Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Monday, March 23, 2020

Bantuan Alat Kesehatan dari Tiongkok Sebanyak 8 Ton Tiba di Indonesia

bantuan alat kesehatan

Bantuan alat kesehatan tiba di Indonesia pagi ini Senin (23/3/2020). Alat kesehatan tersebut berupa Alat Pelindung Diri (APD) sebanyak 8 ton. Bantuan tersebut merupakan upaya pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan dengan pemerintah Tiongkok.

Secara simbolis APD tersebut diserahkan oleh Menteri Pertahanan kepada Kapuskes TNI, Kepala RSPAD, Kepala RS Suyoto, Kapuskes Angkatan Darat, Kadiskes Angkatan Laut, dan Kadiskes Angkatan Udara.

Pesawat Hercules pengangkut APD tersebut tiba di Lanud Halim Perdana Kusuma pukul 10.45 WIB. Total sebanyak 12 ton bantuan APD, namun yang baru 8 ton lebih APD yang sudah tiba di Indonesia.

APD tersebut antara lain : 7,2 ton Protective Clothing, 128 kg N95 Mask, 110 kg Disposable Gloves, 700 kg Disposable Mask, dan 775 kg Goggles.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dan seluruh unsur yang terlibat bekerjasama dengan negara sahabat seperti Tingkok menghadapai ancaman covid-19.

''Ada 12 ton APD, (kerjasama seperti ini) akan dilaksanakan terus-menerus,'' tegas Prabowo di Lanud Halim Perdana Kusuma, Senin (23/3).

Parbowo juga mengatakan telah berkomunikasi dengan Menteri Pertahanan Tiongkok terkait kebutuhan bantuan Indonesia dalam menghadapi Covid-19. Ia mengaku sudah mengirimkan daftar kebutuhan tersebut kepada Menhan Tiongkok.

''Secara umum apa yang dibutuhkan RS alat kesehatan, ventilator, rapid test, APD, tidak jauh dari itu kebutuhan pokok,'' imbuhnya saat ditanya wartawan.

Saturday, March 14, 2020

Hasil Tracing Sampai 13 Maret 2020, Total Pasien Positif Covid-19 Menjadi 69 Orang

penderita corona di indonesia maret 2020

Pasien positif Corona atau Covid-19 telah bertambah 35 orang, sehingga total pasien positif saat ini menjadi 69 orang. Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto menyebut setelah tracing dua hari lalu pihaknya mengejar terus-menerus yang akhirnya mendapatkan penambahan pasien positif Covid-19.

''Tracing dari 2 hari lalu kita kejar terus-menurus akhirnya mendapatkan beberapa hal kasus pasien positif,'' kata dia di Komplek Istana Negara, Jumat (13/3/2020).

Berikut rinciannya:
Pasien 35, perempuan 57 tahun masuk ke RS dalam keadaan menggunakan ventilator namun belum pemeriksaan Covid-19. Perburukan kondisi pasien terjadi cepat dan hari itu juga meninggal.

''Hasilnya pemeriksaan spesimennya positif Covid-19 dan sudah diserahkan ke dinas wilayahnya untuk tracing kontak,'' kata dr. Achmad.

Pasien 36, perempuan 37 tahun masuk RS dengan menggunakan ventilator dan mengalami perburukan kondisi dengan cepat kemudian meninggal, ternyata hasil tes spesimen positif Covid-19z

Dinkes wilyah sudah diberi tahu dan langsung tracing.

''Kita masih menunggu hasil kontak tracing dari kedua pasien tersebut,'' ujar dr. Achmad.

Pasien 37, 43 tahun laki-laki kondisi sakit ringan sedang.
Pasien 38, 80 tahun sakit sedang berat, stabil, tidak menggunakan ventilator.
Paien 39, laki-laki 54 tahun, sakit ringan sedang.
Pasien 40, perempuan 46 tahun nampak sakit ringan sedang.
Pasien 41, laki-laki 40 tahun sakit ringan sedang.
Pasien 42, laki-laki 66 tahun sakit ringan sedang.
Paaien 43, laki-laki 34 tahun sakit ringan sedang.
Pasien 44, laki-laki 57 tahun sakit ringan sedang.
Pasien 45, perempuan 29 tahun sakit ringan sedang.
Pasien 46, laki-laki 30 tahun sakit ringan sedang.
Pasien 47, laki-laki 61 tahun sakit ringan sedang.
Pasien 48, laki-laki 35 tahun sakit ringan sedang.
Pasien 49, laki-laki 3 tahun sakit ringan sedang
Pasien 50, laki-laki 59 tahun mengalami perburukan kondisi cepat dari kemarin dan kemudian meninggal. Kontak tracing sedang dilakukan Dinkes setempat.
Pasien 51, laki-laki 60 tahun nampak sakit sedang.
Pasien 52, perempuan 59 tahun nampak sakit ringan sedang
Pasien 53, perempuan 24 tahun nampak sakit ringan sedang
Pasien 55, laki-laki 2 tahun nampak sakit sedang
Pasien 55, perempuan 26 tahun nampak sakit ringan sedang
Pasien 56, laki-laki 58 tahun nampak sakit ringan sedang
Pasien 57, perempuan 27 tahun nampak sakit ringan sedang
Pasien 58, laki-laki 51 tahun nampak sakit ringan sedang
Pasien 59, laki-laki 63 tahun nampak sakit ringan sedang
Pasien 60, perempuan 25 tahun nampak sakit ringan sedang
Pasien 61, perempuan 58 tahun nampak sakit ringan sedang
Pasien 62, laki-laki 51 tahun nampak sakit ringan sedang
Pasien 63, lakia-laki 34 tahun nampak sakit ringan sedang
Pasien 64, perempuan 49 tahu nampak sakit ringan sedang
Pasien 65, laki-laki 48 tahun nampak sakit ringan sedang
Pasien 66, laki-laki 73 tahun nampak sakit ringan sedang
Pasien 67, perempuan 25 tahun nampak sakit ringan sedang
Pasien 68, perempuan 38 tahun sakit ringan sedang
Pasien 69, perempuan 80 tahun sakit sedang

''Ini hasil tracing dari 2 hari lalu (setelah 34 pasien positif) sampai tadi siang. Ini menggambarkan bahwa kita harus melakukan tracing,'' kata dia.

Saat ini pemeriksaan lab bisa dilaksanakan bukan hanya di Balitbangkes tapi juga di Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan (BBTKL), Universitas Airlangga, Lembaga Eijkman, dan beberapa tempat yang saat ini sudah on job training.

''Kit sudah diterima 10 ribu lebih. Maka kontak tracing lebih diutamakan agar cepat melakukan pencegahan, isolasi agar tidak menyebar,'' ujar dr. Achmad. Hotline Virus Corona 119 ext 9.

Friday, March 6, 2020

Jadwal dan Cara Mengikuti Angkutan Motor Gratis PT KAI Mudik Lebaran 2020

mudik motor gratis kai 2020

Momen Angkutan Lebaran 2020, Kemenhub bekerjasama dengan PT KAI menyelenggarakan Angkutan Motor Gratis (Motis) 2020. Kegiatan ini diselenggarakan mulai 16 – 22 Mei 2020 untuk arus mudik dan mulai 27 Mei - 1 Juni 2020 untuk arus balik.

Kapasitas sepeda motor yang dapat diangkut setiap harinya adalah 1.472 unit sepeda motor atau total 19.136 unit selama 13 hari pelaksanaan. Kapasitas tersebut naik 5,7% dari kegiatan tahun sebelumnya yaitu sebanyak 18.096 unit. Terdapat 3 relasi yang dilayani oleh KAI untuk Angkutan Motis 2020 ini yaitu:

1. Lintas Utara: Stasiun Jakarta Gudang - Stasiun Surabaya Pasarturi
Stasiun Jakarta Gudang, Cikarang, Cirebon Prujakan, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Ngrombo, Cepu, Bojonegoro, Babat, Surabaya Pasarturi.

2. Lintas Selatan 1: Stasiun Jakarta Gudang - Stasiun Kutoarjo
Stasiun Jakarta Gudang, Cikarang, Cimahi, Kiaracondong, Sidareja, Kroya, Gombong, Kebumen, Kutoarjo.

3. Lintas Selatan 2: Stasiun Jakarta Gudang - Stasiun Surabaya Pasarturi.
Stasiun Jakarta Gudang, Cikarang, Cirebon Prujakan, Purwokerto, Kroya, Kutoarjo, Lempuyangan, Klaten, Purwosari, Madiun, Kertosono, Jombang, Mojokerto, Surabaya Pasarturi.

Untuk mengikuti program ini, masyarakat diwajibkan mendaftarkan diri Online atau Offline dengan detial sebagai berkut::Untuk mengikuti program ini, masyarakat diwajibkan mendaftarkan diri Online atau Offline dengan detial sebagai berkut::

1. Online di situs mudikgratis.dephub.go.id mulai tanggal 26 Februari – 14 Mei 2020

2. Offline:

a. Dengan fasilitas pembelian tiket KA (selama kuota masih tersedia):
i. 26 Februari - 28 April 2020 di Stasiun Jakarta Gudang, Bekasi, Jatinegara, Kemayoran, Cikarang, Depok Baru, Tangerang, Cimahi, dan Kiaracondong

ii. 16 Maret - 28 April 2020 di Stasiun Semarang Tawang, Surabaya Pasar Turi, Mojokerto, Madiun, Purwosari, dan Lempuyangan.

b. Tanpa fasilitas pembelian tiket KA

i. 29 April - 31 Mei 2020, di Stasiun Jakarta Gudang, Bekasi, Jatinegara, Kemayoran, Cikarang, Tangerang, Cimahi, dan Kiaracondong

ii. 16 Mei -31 Mei 2020 di semua stasiun persinggahan Motis.

Syarat dan ketentuan terkait pendaftaran Angkutan Motis ini selengkapnya dapat dibuka pada situs mudikgratis.dephub.go.id, menghubungi Contact Center Kemenhub di 151, atau instagram @ditjenperkeretaapian dan @motis2020.

KAI menyediakan total 62.540 tempat duduk khusus bagi para pendaftar Angkutan Motis yang tersebar pada 24 nama Kereta Api. Jumlah tersebut naik 7,6% dari 2019 yaitu sebanyak 58.088 tempat duduk.

Tuesday, February 4, 2020

BMKG: Waspadai Potensi Banjir Periode Hujan Tinggi di Bulan Februari - Maret 2020

Banjir Bandung Selatan Februari 2020

Berdasarkan analisis spasial distribusi curah hujan, perkembangan musim hujan hingga pertengahan Januari 2020, 99% wilayah Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim hujan. Wilayah yang belum memasuki musim hujan terdapat di sebagian kecil Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan NTT.

Penguatan curah hujan tinggi di Februari 2020
Berdasarkan prakiraan hujan dasarian BMKG, terdapat indikasi bahwa pada awal Februari akan muncul peluang penguatan curah hujan tinggi di sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Papua.

Berdasarkan prakiraan curah hujan harian BMKG, hujan dengan intensitas tinggi pada periode 31 Januari - 5 Februari berpotensi terjadi di wilayah Sumatera bagian selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

Potensi gelombang tinggi dan banjir
Sedangkan gelombang dengan tinggi 2.5 - 4.0 meter (Rough Sea) berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan utara Kepulauan Anambas - Kepulauan Natuna, Samudra Hindia selatan Jawa, perairan Kepulauan Sangihe - Talaud, Perairan utara Halmahera, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik utara Halmahera.

Menghadapi periode hujan tinggi di bulan Februari - Maret 2020, perlu diwaspadai potensi banjir di wilayah: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

Wilayah yang berpotensi cukup tinggi terjadi banjir adalah: Provinsi Banten (Pandeglang, Serang, Tangerang, Tangerang Selatan, Lebak), Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat (Bandung, Bandung Barat, Bekasi, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Indramayu, Karawang, Kota Bandung, Bekasi, Bogor, Cirebon, Depok, Sukabumi, Tasikmalaya, Kuningan, Majalengka, Pangandaran, Purwakarta, Subang, Sumedang), Provinsi Jawa Tengah (Banjarnegara, Banyumas, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Pekalongan, Semarang, Surakarta, Tegal, Kudus, Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purworejo, Rembang, Sragen, Sukoharjo, Temanggung, Wonogiri, Wonosobo), Provinsi DI Yogyakarta (Bantul, Gunung Kidul, Yogyakarta, Kulonprogo, Sleman), Provinsi Jawa Timur (Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Batu, Kediri, Madiun, Malang, Mojokerto, Pasuruan, Surabaya, Lamongan, Lumajang, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, Tulungagung), Provinsi Sulawesi Selatan (Barru, Bone, Enrekang, Gowa, Jeneponto, Makassar, Palopo, Pare pare, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Maros, Pangkajenen Kepulauan, Pinrang, Sidenrang Rappang, Takalar, Toraja Utara, Wajo), Provinsi Sulawesi Tengah (Sigi), Provinsi Sulawesi Tenggara (Kolaka Utara, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara), Provinsi Papua (Deiyai, Mamberamo Raya, Nabire, Dogiyai, Mimika, Mamberamo Tengah, Keerom, Paniai)

Curah hujan rendah di beberapa wilayah pada Februari 2020
Sementara itu pada bulan Februari, beberapa wilayah diprakirakan akan mengalami curah hujan rendah seperti di Aceh Timur, Sumatera Utara bagian Timur, dan Riau. Wilayah-wilayah tersebut perlu mewaspadai potensi kekeringan dan kebakaran hutan/lahan (karhutla). Hingga 30 Januari 2020, hotspot terbanyak terpantau di wilayah Riau dengan jumlah 117 titik. Potensi karhutla di wilayah Pesisir Timur Sumatera tersebut tidak terkait dan tidak terpengaruh oleh kebakaran hutan di Australia.

BMKG dalam membuat prakiraan cuaca (dan iklim) diawali dengan melakukan analisis data pengamatan cuaca dan fenomena atmosfer, kemudian analisis Model Numerik Cuaca dan diakhiri dengan pembuatan keputusan akhir oleh prakirawan. Data yang digunakan dalam pembuatan prakiraan cuaca (dan iklim) sangat beragam, mulai dari pengamatan, fenomena atmosfer hingga data model numerik cuaca. Jadi, input yang digunakan dalam pembuatan prakiraan cuaca tidak hanya data satelit dan model numerik (NWP) saja.

Meskipun kondisi iklim tahun 2020 diprakirakan mendekati pola normalnya, BMKG tetap mengharapkan kementerian/lembaga terkait dan masyarakat luas tetap waspada terhadap potensi dan risiko bencana terkait iklim dan cuaca (hidrometeorologi) di masa mendatang.

Masyarakat dihimbau agar terus memperbarui dan memanfaatkan informasi terkini dari BMKG. Layanan informasi tersebut dapat diakses melalui:
http://www.bmkg.go.id;
follow @infobmkg;
atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.