Showing posts with label Humas Kota Bandung. Show all posts
Showing posts with label Humas Kota Bandung. Show all posts
Thursday, March 26, 2020
Mau Isi Bensin dan Beli Gas Langsung Diantar? Hubungi Call Center 135
PT Pertamina menyediakan jasa service delivery BBM (bahan bakar minyak) dari SPBU Pertamina kepada warga Kota Bandung. Warga hanya perlu menelpon ke 135 dan BBM akan diantarkan oleh petugas.
Ada tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bandung yang siap melayani pengantaran, yaitu:
- SPBU Surya Sumantri (depan Universitas Maranatha)
- SPBU Dago
- SPBU Laswi.
Pada layanan ini, Pertamina Delivery Service (PDS) menyediakan layanan antar bahan bakar Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Pelumas Fastron Bright Gas, dan elpiji. Layanan ini terbuka 24 jam dengan waktu pengiriman pukul 08.00-20.00 WIB.
Potongan harga 25% untuk pembelian Bright Gas
Sales Branch Manager I Bandung PT Pertamina (Persero), Aris Irmi kepada Humas Bandung mengungkapkan, selain memberikan kemudahan pelayanan dengan delivery service, Pertamina juga memberikan potongan harga 25% untuk pembelian Bright Gas di wilayah Bandung Raya, Sumedang, dan Priangan Timur.
“Khusus sampai dengan tanggal 31 Maret 2020 ini, kami berikan diskon 25% dan gratis ongkir. Tetapi hanya untuk pemesanan melalui Call Center 135,” jelas Aris.
Pihaknya ingin memastikan agar kebutuhan gas untuk rumah tangga tetap terpenuhi di tengah situasi darurat ini. Ia berharap kebijakan ini bisa mendukung gerakan physical distancing.
“Kami sangat mendukung social atau physical distancing ini. Jadi biar di rumah tetap hangat, kita berikan potongan harga ini,” katanya.
Aplikasi MyPertamina
Namun, ia meminta konsumen untuk memasang aplikasi MyPertamina di ponselnya masing-masing untuk proses pembayaran. Aplikasi itu terhubung dengan metode pembayaran menggunakan LinkAja.
“Nanti tinggal instal saja kok itu gampang, nanti dibantu oleh petugas. Jadi pembayaran bisa dengan Link Aja atau tunai,” jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah dengan tidak pergi ke luar rumah. Harapannya, wabah ini bisa segera berlalu dan situasi menjadi normal.
“Kami mendukung seratus persen kebijakan pemerintah terkait social distancing, Jadi kalau untuk BBM baiknya isilah full tank semua mobilnya di rumah. Ketika ada kondisi urgent sudah aman,” imbaunya.
SPBU Pertamina di Kota Bandung beroperasi normal
Aris menambahkan, seluruh SPBU Pertamina di Kota Bandung hingga saat ini masih beroperasi normal meskipun omzet sudah menurun drastis. Namun ia memohon maaf kepada konsumen apabila petugas pengisian bahan bakar melakukan penyesuaian dalam memberi pelayanan.
“Kami memohon maaf kalau nanti petugas kami agak menjaga jarak saat bertugas. Kami juga ingin menjaga keselamatan pegawai kami. Para konsumen mohon maklum,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Elly Wasliah mengapresiasi langkah Pertamina dalam menyosialisasikan kembali program Pertamina Delivery Service ini kepada masyarakat. Hal ini sangat memudahkan warga di tengah wabah Covid-19.
“Saya mengapresiasi langkah yang diambil Pertamina karena memudahkan warga yang sedang social distancing. Jadi bila perlu BBM atau gas untuk memasak bisa langsung mengakses layanan ini melalui call center 135,” ujar Elly.
Ia berharap warga bisa memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu, kebutuhan rumah tangga dan BBM untuk keperluan darurat bisa tetap terpenuhi.
“Silakan beli sesuai kebutuhan. Baiknya memang BBM untuk motor maupun mobil bisa tetap tersedia, agar jika ada kondisi yang sangat darurat tetap bisa digunakan,” katanya.
Disdik Kota Bandung Akan Perpanjang Masa Belajar di Rumah
Dinas Pendidikan Kota Bandung mulai mempertimbangkan perpanjangan masa belajar di rumah bagi para siswa. Menurut Kepala Disdik Kota Bandung Hikmat Ginanjar, melihat perkembangan situasi wabah Covid-19 di Indonesia, khususnya Kota Bandung perlu ada perpanjangan.
“Kalau melihat perkembangan dengan semakin meningkatnya penyebaran Covid-19, melihat angka bertambahnya ODP (Orang dalam Pemantauan) dan PDP (Pasien dalam Pengawasan), kemungkinan kita akan berikan usulan kepada pimpinan untuk memperpanjang masa belajar di rumah,” beber Hikmat, Rabu (25/3/2020).
Koordinasi dengan Diskdik Jabar
Hikmat menilai, perpanjangan masa belajar di rumah itu perlu untuk menjaga agar wabah tidak terus meluas. Pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk mempertimbangkan jangka waktu masa belajar di rumah.
“Kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, juga mempertimbangkan keputusan nasional dari Kementerian Pendidikan,” katanya.
Kendati perlu memperpanjang masa belajar di rumah, ia memastikan perangkat pembelajaran dan mekanisme evaluasi hasil belajar sudah dipersiapkan. Ia berharap seluruh komponen pendidikan bisa bekerja sama.
“Kita sudah mempersiapkan beberapa perencanaan, rancangan persiapan, panduan belajar mengajar. Kita sudah ada. Jadi kalau ada kebijakan misalnya diperpanjang, penilaian hasil belajar juga ada penyesuaian,” katanya.
Penilaian tersebut bisa berasal dari hasil pembelajaran daring, model portofolio, dan beberapa penugasan kepada siswa. Demikan halnya dengan ujian nasional yang sudah dihapuskan oleh pemerintah pusat.
“Hal positifnya dari tidak ada UN itu hasil prestasi siswa dari semester satu, dua, dan seterusnya menjadi lebih berharga karena ada penilaian dari nilai rapot,” jelasnya.
Hikmat pun berharap agar para siswa bisa segera belajar seperti sedia kala. Sebab, ia mengaku banyak menerima informasi dari para siswa yang sudah rindu ingin kembali ke sekolah.
“Ada banyak masukan dari para orang tua, mungkin biasanya anak belajar di sekolah sekarang harus di rumah. Termasuk siswa yang sudah pada kangen dengan guru-gurunya. Tapi ini jadi momentum yang baik agar orang tua bisa lebih dekat dengan anak,” ucapnya.
Kendati bukan tanpa kendala, namun Hikmat mengemukakan sebagian besar pembelajaran bisa berlangsung dengan lancar. Sekolah juga menyiapkan Lembar Kerja Peserta Didik bagi siswa yang terkendala dalam mengakses materi secara daring.
“Situasi ini harus dipahami oleh semua pihak. Kekurangan ada, tapi sedikit demi sedikit kita sempurnakan. Semua pihak baik orang tua, siswa, dan para guru saling melengkapi sistem ini,” tuturnya.
Wednesday, March 25, 2020
Hasil Rapid Test, Wali Kota Bandung dan Istri Negatif Covid-19
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial beserta istri telah melakukan rapid test dengan hasil negatif Covid-19, Rabu (25/3/2020).
Dari hasil yang menggembirakan itu, Oded mengucapkan rasa syukur dan meminta warga untuk tetap melakukan physical dan social distancing.
"Alhamdulillah, Jazakumullah Khairan Katsiran ini merupakan doa semua warga Kota Bandung, kepada seluruh warga Kota Bandung mang Oded berpesan untuk menjaga diri masing-masing dengan cara selalu menjaga prilaku pola hidup sehat dan dirumah saja demi diri sendiri dan keluarga," tuturnya.
Oded juga meminta seluruh elemen masyarakat mendoakan kesehatan Wakil Wali Kota Bandung, dan para tenaga medis yang sedang berjuang menjadi garda terdepan sebagai pelayan kepada masyarakat untuk menuntaskan bencana ini.
"Jangan lupa memohon pada Allah warga Bandung dan Jawa Barat untuk bisa terhindar dari penyakit ini, dan mendoakan kang Yana agar pulih kembali seperti sediakala," katanya.
Oded mengungkapkan, pada situasi seperti ini, Pemkot Bandung akan membuat langkah-langkah percepatan penanganan pencegahan Virus Corona. Hal itu agar pandemi Virus Corona bisa segera berakhir.
Sementara itu, istri Oded, Siti Muntamah juga mengucap syukur.
"Alhamdulillah, tentu ini bagian dari anugerah dari Allah SWT dan beberapa upaya yang dilakukan untuk tetap sehat dan fit, di masa hari ini sangat dituntut," jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga jarak interaksi dengan orang lain. Hal yang terpenting adalah menjaga asupan gizi dengan cukup.
"Intinya kitanya harus sehat, makan makanan yang bergizi, makan buah-buahan, kelola stres, istirahat cukup, dan yang terpenting adalah kita terus meminta perlindungan kepada Allah SWT, karena penjagaan terbaik adalah penjagaan dari Allah SWT," beber Ketua Forum Bandung Sehat itu.
"Jadi jangan panik, masyarakat. Insya Allah kalau kitanya sehat, tetap menjaga social distancing atau physical distancing dengan tetap berada di rumah insya Allah kitanya selamat, dan yang terpenting kita sehat dan bisa menyelamatkan dan menyehatkan keluarga," imbuhnya.
Tuesday, March 24, 2020
Kondisi Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana Terus Membaik
Kondisi kesehatan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana terus membaik. Pada isolasi hari ke-12, Yana sudah tidak demam.
"Alhamdulillah di hari ke-12 mengisolasi, saya sudah tidak demam," kata Yana melalui video grup komunikasi pimpinan Kota Bandung, Selasa (24/3/2020).
Yana berharap, kondisi ini terus membaik sehingga ia bisa segera sembuh dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.
"Mohon doanya. Mudah-mudahan terus membaik," tuturnya.
Selain memohon doa, Yana juga kembali mengimbau kepada warga Kota Bandung untuk disiplin social distancing (menjaga jarak sosial). Karena hal itu bisa memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.
"Demi kebaikan kita semua. Demi keluarga, bangsa, dan seluruh masyarakat, lakukan 'social distancing'," imbau Yana.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengajak warga Kota Bandung untuk mendoakan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana yang telah terkonfirmasi positif Covid-19. Oded berharap, Yana bisa segera sembuh dan kembali melaksanakan tugas-tugasnya.
"Saya memohon agar warga Kota Bandung mendoakan kang Yana. Semoga kesembuhan dilimpahkan kepada pak wakil," kata Oded.
Selain itu. Wali Kota Bandung, Oded M Danial meminta sejumlah orang yang pernah berhubungan dengan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana untuk segera mengikuti tes Covid-19. Hal ini berkaitan dengan status Yana yang telah positif Covid-19.
"Saya perintahkan anggota yang menempel dengan Pak Wakil seperti ajudan, Patwal, sopir, protokol, Humas, dan termasuk wartawan untuk tes Covid-19. Selain itu juga harus segera isolasi diri," kata Oded di Pendopo Kota Bandung, Selasa (24/3/2020).
Menurut Oded, hal itu agar penyebaran Virus Corona segera diketahui. Dengan demikian, bisa dilakukan langkah-langkah penanganan selanjutnya.
"Saya sendiri telah melaksanakan tes Covid-19," ujarnya.
Seperti diketahui, Yana Mulyana telah mengonfirmasi jika dirinya positif Covid-19. Melalui akun media sosial Instagramnya, Yana menyatakan telah mengisolasi diri.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas Setda Kota Bandung, Sony Teguh Prasatya mengatakan, saat ini Humas Kota Bandung tengah mendata sejumlah wartawan yang pernah meliput kegiatan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana. Humas Kota Bandung akan berupaya agar para wartawan bisa dites Covid-19 sesuai arahan wali kota.
"Mudah-mudahan bisa segera dilaksanakan," kata Sony.
Tak hanya wartawan, Sony juga berusaha menyertakan para petugas tim peliput Humas Kota Bandung untuk mengikuti tes serupa.
"Karena tim peliputan Humas Kota Bandung memang selalu menempel dengan Pak Wakil," tuturnya.
Monday, March 23, 2020
Cegah Covid-19, Satpol PP Razia Warnet dan Rental PS
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung menggelar razia ke sejumlah warung internet (warnet) dan rental Play Station (PS), Senin (23/3/2020). Razia ini sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona.
Hal ini yaitu dengan membubarkan konsumen yang masih berkumpul untuk bermain gim.
Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Bandung, Rasdian Setiadi, pada razia ini Satpol PP menggandengan satuan tugas Bantuan Kendali Operasional (BKO) Polri. Mereka razia ke 5 lokasi.
“Lokasi yang kita temukan masih beroperasi tersebar di sejumlah titik diantaranya Jalan Cijagra, Cikawao, Lemahneundeut Setrasari, Dipatiukur, dan Jalan Malabar,” ujar Rasdian di sela-sela razia.
Ia mengungkapkan, Satpol PP akan terus melakukan berbagai upaya dalam menekan penyebaran COVID-19.
“Kalau kita mengamati pemberitaan dari website Covid-19, jumlahnya bertambah. Segala cara harus diupayakan agar penyebarannya dapat diminimalisir. Karenanya, Satpol PP terus mengambil sejumlah langkah. Setelah tempat hiburan malam, sekarang kita ke warnet dan rental PS,” bebernya.
Perlu diketahui, sesuai dengan Surat Edaran Wali Kota Bandung Nomor : 443/SE.030-Dinkes Tanggal 14 Maret 2020 pada poin ke-3 disebutkan untuk menghentikan sementara berbagai kegiatan yang diadakan oleh berbagai pihak, baik Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan/atau pihak lain yang melibatkan massa.
“Sudah jelas ada edarannya, kebijakan Pak Wali Kota ini tentunya untuk kebaikan semua warga Kota Bandung. Kita harap semua pihak bisa bekerja sama,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan pada Satpol PP Kota Bandung, Mujahid Syuhada menjelaskan, seluruh warnet dan rental PS yang ditemui masih buka.
“Kami masih menemukan anak sekolah atau orang dewasa yang tengah bermain. Lalu kita minta agar mereka segera meninggalkan tempat dan meminta kesediaan pengelola untuk mengikuti anjuran dari pemerintah,” jelas Mujahid.
Menurutnya, selain razia, pihaknya juga memberikan imbauan melalui pengeras suara sambil berpatroli ke sejumlah titik di kewilayahan.
“Kami menyampaikan terkait Surat edaran dari Wali Kota dan meminta kesadaran masyarakat untuk menghindari kerumuman atau keramaian. Sebaiknya masyarakat tinggal di rumah masing-masing. Mari sama-sama sayangi diri dan keluarga kita,” ujarnya.
Thursday, March 19, 2020
Layanan Perizinan di Kota Bandung Tutup dari 7 Maret - 31 Maret 2020
Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung terpaksa menutup sementara seluruh layanan perizinan dan non perizinan melalui tatap muka sejak 17 Maret hingga 31 Maret mendatang.
“Ini merupakan upaya kita untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona,” ujar Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurdin pada Bandung Menjawab, di Ruang Humas Setda Kota Bandung, Kamis (19/3/2020).
Kendati demikian, Ronny memastikan, warga tetap dapat memperoleh layanan konsultasi dan perizinan online. Pelayanan konsultasi perizinan dan non perizinan serta pengaduan dapat dilakukan melalui layanan call center 0811-2075-999, 0811-2079-555 dan 0811-2078-333. Untuk WhatsApp pada nomor 0811-2075-999.
“Untuk online untuk perizinan berusaha melalui OSS bisa melalui situs, oss.go.id dan pemenuhan komitmen dan non OSS melaluidpmptsp.bandung.go.id,” bebernya.
Hal yang lain, Ronny mengungkapkan perkembangan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang bakal ada di Pasar Kosambi. Rencananya, sebanyak 29 loket dari instansi internal dan eksternal akan ada di MPP.
Beberapa instansi yang ada di Pemkot Bandung seperti pelayanan kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung (Disdukcapil), Pelayanan Pengaduan Publik oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pelayanan Sewa Aset oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA), Pelayanan Sertifikat Halal oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin), Layanan Air Minum oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM Tirtawening).
Sedangkan instansi eksternal instansi di antarannya Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kantor Wilayah Imigrasi Bandung, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BNN, PT Pos, PT Taspen, PT PLN, Kementerian Agama dan Polrestabes Bandung.
“Di luar itu ada perbankan seperti BJB, BNI, BRI dan Mandiri sebagai prioritas yang berkesinambungan dengan pelayanan perizinan nantinya,” ujar Ronny.
Ia berharap, hadirnya MPP dapat mempermudah masyarakat memperoleh layanan.
“Tentunya akan meningkatkan daya saing global, juga memberikan kemudahan usaha di Kota Bandung. Keuntungan dengan hadirnya MPP memberikan kemudahan masyarakat, karena lokasinya sangat strategis. Kedua, pasar kosambi aktivitasnya pedagangnya lebih meningkat,” jelasnya.
Waspada Covid--19, Dinkes Kota Bandung Siapkan 10 Rumah Sakit untuk Isolasi
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Rita Verita menyebutkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Bandung kembali berkurang. Saat ini hanya ada 6 orang yang berstatus PDP.
Kendati demikian, Rita memastikan, Kota Bandung terus meningkatkan kewaspadaannya tetap terhadap Virus Corona. Termasuk meminta 10 rumah sakit menyiapkan ruang isolasi. Rumah sakit tersebut yakni:
1. RSUD Ujungberung
2. RSKIA Kopo
3. RS Salamun
4. RS Sartika Asih
5. RS Borromeus
6. RS Advent
7. RS Santosa
8. RS Pindad
9. RS Al-Islam
10. RS Immanuel.
Hal ini guna mengantisipasi apabila dua rumah sakit rujukan, yakni RS Hasan Sadikin dan RS Rotinsulu penuh.
“Kami harus menopang beban RSHS dan Rotinsulu. Kemarin kami adakan pertemuan dengan 10 rumah sakit di Kota Bandung. Nanti kalau RSHHS dan Rotinsulu penuh ini harus siap. Kami langsung melakukan pelatihan kepada petugas laboratorium, perawatnya, lalu dokter spesialis penyakit dalamnya dilatih dengan tenaga dari RSHS,” bebernya di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (19/3/2020).
Rita mengatakan, itu dilakukan semata sebagai langkah antisipasi. Sekalipun kini petugas medis di Kota Bandung tengah berupaya keras menekan penyebaran virus.
“Sebetulnya semua rumah sakit sudah ada ruang isolasinya. Cuma khusus untuk ini harus sesuai dengan standar yang berlaku. Temen-temen di rumah sakit menyatakan siap untuk menyiapkan ruang isolasi,” ujarnya.
PDP Berkurang
Rita mengungkapkan, seorang yang masuk daftar PDP kini sudah sembuh dan dipulangkan dari rumah sakit. Selain satu PDP yang berhasil sembuh, Rita juga menyatakan, satu pasien positif Covid-19, kesehatannya terus berangsur membaik.
“Data terbaru pukul 12.00 WIB, PDP pulang 1. Jadi dari 7 orang kini tinggal 6 orang. Kalau ODP ada 44 orang, lalu positif masih 1 dan kondisinya bagus dan baik. kondisinya sehat seperti biasa tapi masih dirawat karena masih dalam pemeriksaan,” ucap Rita.
Di luar itu, Rita kembali mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh kabar yang masih meragukan kebenarannya. Masyarakat lebih baik menunggu informasi valid dari pemerintah.
“Masyarakat kalau mau informasi lebih jelas bisa ke 112,” jelas Rita yang kini juga menjadi juru bicara terkair virus corona di Kota Bandung.
Wednesday, February 5, 2020
Sekolah Lansia Hadir di Sukajadi Kota Bandung, Ini Program-Programnya
Untuk memfasilitasi kegiatan para warga lanjut usia (lansia), Pemerintah Kota (Pemkot)Bandung mendirikan Sekolah Lansia. Sekolah ini akan memberikan pengetahuan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan lansia.
Tujuan dihadirkannya sekolah lansia, yaitu meningkatkan pengetahuan dan perilaku lansia terhadap kesehatan, meningkatkan indeks kebahagiaan lansia, meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas lansia dan meningkatkan kemandirian dari aspek kesehatan fisik, psikologi, sosial dan spiritual.
Di Kantor Kecamatan Sukajadi
Sekolah pertama yang diresmikan, yaitu Sekolah Lansia Sibulan, di Kantor Kecamatan Sukajadi, Rabu (5/2/2020). Sekolah ini diresmikan oleh Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana.
Rencananya, akan ada 4 sekolah lainnya di Kota Bandung, yaitu di Kecamatan Antapani, Sukajadi, Ujungberung, dan Kecamatan Cinambo. Perlu diketahui, lansia di Kota Bandung tercatat sebanyak 275.140 jiwa atau sekitar 11% dari 2.452.179 jiwa total penduduk Kota Bandung. Sedangkan Angka Harapan Hidup (AHH) Kota Bandung mencapai usia 74 tahun.
“Sekolah ini diharapkan bisa meningkatkan indeks harapan hidup para lansia. Sehingga mereka tetap bisa sehat dan mandiri,” ujar wakil wali kota.
Menurutnya, meski berlabel sekolah, nantinya pendidikan yang disampaikan lebih ke aplikatif bukan teoritis. Mengingat para lansia lebih mudah untuk melakukan yang aplikatif.
“Tidak teorotis. Untuk pesertanya itu didata dulu, tawarkan kepada para lansia. Mau ikut atau tidak? Intinya lebih sukarela,” tuturnya.
Program-program kegiatan Sekolah Lansia
Sementara itu, Ketua Indonesia Ramah Lansia (IRL), Susiyana mengatakan, Sekolah Lansia akan mengajarkan mengenai pengenalan proses penuaan, pencegahan penyakit, meningkatkan kebugaran dan keseimbangan, pencegahan dimensia atau kepikunan dan keterampilan dan produktif.
“Salah satu program unggulan IRL, seperti pencegahan penyakit ada juga pojok dimensia. Jadi kepikunan itu ada upaya pencegahan dengan bermain gim seperti main puzzzle, supaya ada stimulasi motorik halus sehingga berfungsi baik,” jelasnya.
Sekolah lansia, lanjut Susiyana, tidak hanya sekedar mempelajari mengenai aspek kesehatan fisik. Tetapi juga memiliki keterkaitan antar elemen baik kesehatan fisik itu sendiri yaitu aspek sosial, psikologis, ekonomi, dan spiritual.
“Contohnya di Sukajadi ini ada 12 kali pertemuan. Pertama materinya pengenalan proses penuaan. Lanjut memahami mengenai kondisinya (lansia). Selain itu Kita yang kenalkan program lansia,” katanya.
“Kita akan beri pengetahuan tentang gizi lansia. Makanan apa saja yang bisa maupun yang tidak bisa dicerna oleh lansia. Selain itu kita ajarkan musik juga kesenian,” tambahnya.
Program Sahabat Lansia
Sedangkan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung, Tatang Muhtar mengungkapkan, Kota Bandung telah memiliki Program Sahabat Lansia sejak 16 Juli 2017. Tugas sahabat lansia adalah memberikan pendampingan terhadap lanjut usia serta mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan Lansia agar lebih baik kesejahteraan sosialnya. Sahabat lansia aktif ada di setiap Kecamatan dengan jumlah 5–10 orang.
“Kegiatan-kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan oleh Sahabat Lansia Kota Bandung dengan Sumber dana Partisipasi Masyarakat di antaranya pemberian makanan, sembako, senam, pengajian, cek kesehatan gratis,” kata Tatang.
Menurutnya, setiap wilayah memiliki kegiatan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, di Kecamatan Sukajadi ada program Sibulan (Nasi Bekal Sehat Untuk Lansia) yaitu program pemberian makan gratis bagi para lansia. Di Kecamatan Cinambo ada Forum Cinta Lansia.
Sedangkan kegiatan-kegiatan untuk lansia yang dilaksanakan DP3APM Kota Bandung melalui Bidang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Lanjut Usia di antaranya, pengajian, senam, kesenian, wisata, pembinaan Komda Lansia, pembinaan kelembagaan dan komunitas lansia, dan masih banyak lagi.
Terkait dengan Sekolah Lansia, Tatang menjelaskan, pihaknya telah emlaksanakan Trainner for Training of Trainer untuk Sahabat Lansia yang sudah ditunjuk.
Tuesday, January 14, 2020
Persib Bisa Gunakan Stadion GBLA sebagai Tempat Latihan
Pemkot Bandung memastikan lapangan Stadion Gelora Bandung Lautan (GBLA) sudah bisa dipergunakan. Untuk itu, Pemkot Bandung mempersilakan apabila ada yang ingin menggunakan fasilitas lapangan Stadion GBLA.
Kepastian ini diberikan setelah Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana melihat kondisi Stadion GBLA, Selasa (14/1/2020). Turut hadir dalam peninjauan kali ini Direktur PT. Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahyono.
“Kita melihat kondisi terakhir lapangan GBLA. Kita sengaja ajak juga temen-temen PT PBB. Mudah-mudahan ada kesepahaman lapangan GBLA bisa digunakan Persib. Karena melihat infrastruktur, layak digunakan,” ucap Yana di Stadion GBLA, Selasa (14/1/2020).
Yana menuturkan, kehadiran petinggi PT. PBB ini sangat penting mengingat selama ini cukup serius untuk mengelola Stadion GBLA. Sebagai langkah awal, lapangam sudah bisa digunakan untuk latihan rutin.
Sebab, sambung Yana, tidak menutup kemungkinan PT. PBB dapat memakai keseluruhan area Stadion GBLA. Namun sambil menunggu proses administasi, secara bertahap Persib menggunakan lapangan terlebih dahulu.
“Kemungkinan dalam waktu dekat PT. PBB tertarik untuk sewa penggunaan lapang termasuk penunjang lainnya, kita bicara untuk latihan dulu,” terangnya.
Sembari memberikan kesempatan tim Persib menggelar latihan rutin, Yana juga terus berupaya agar administrasi Stadion GBLA bisa segera dituntaskan. Dia menyatakan Pemkot Bandung kini tengah gencar berdialog bersama PT. Adhi Karya sebagai pengembang Stadion GBLA.
Sementara itu, Direktur PT. PBB, Teddy Tjahyono bersyukur Persib bisa menggunakan Stadion GBLA. Kendati hanya sebatas untuk latihan, namun menurutnya fasilitas yang diberikan ini sangat berarti demi memunjang kualitas tim besutan Robert Rene Albert.
“Kami sangat berterima kasih sudah dibantu Pemkot Bandung. Kita difasilitasi untuk saat ini diberikan tempat latihan dulu, kita sangat berterima kasih dengan adanya tempat latihan yang permanen akan sangat memudahkan bagi persib untuk berlatih dengan baik,” ujar Teddy.
Teddy juga tidak memungkiri apabila kerja sama ini akan terus berlanjut ke jenjang lebih jauh. Yakni PT. PBB bisa menjadi pengelola stadion ataupun menjadikan Stadion GBLA sebagai kandang Persib.
“Persoalan homebase akan kita diskusikan lebih lanjut dengan pemerintah kota, karena ada beberapa hal yang harus diselesaikan dulu sebelum bisa dikerjasamakan,” katanya.
Tuesday, December 31, 2019
Gedung Baru RSKIA Bandung di Jalan Kopo Miliki Fasilitas Tercanggih
Pemkot Bandung memberikan kado istimewa kepada warganya jelang pergantian tahun. Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) baru yang terletak di Jalan K.H. Wahid Hasyim (Jalan Kopo) No. 311 Kota Bandung resmi dibuka oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial, Selasa (31/12/2019).
"Alhamdulillah di penghujung tahun 2019 menuju tahun 2020 merupakan hari yang sangat istimewa. Kita meresmikan gedung RSKIA Kota Bandung yang kita nantikan. Akhirnya bisa terwujud hari ini," ujar wali kota usai peresmian.
Memiliki fasilitas tercanggih
Rumah sakit yang membelanjakan dana APBD sebesar Rp750-800 miliar ini digadang-gadang memiliki fasilitas tercanggih. Mulai dari pelayanan pendaftaran, rawat inap, hingga kamar operasi. Kapasitasnya mencapai 500 tempat tidur yang 40% atau 200 tempat tidurnya khusus melayani ibu dan anak.
"Peralatannya canggih alhamdulillah bagus dan berkualitas, dari mulai tempat tidurnya sampai ruang operasinya luar biasa," puji wali kota.
Rumah sakit yang diproyeksikan menjadi RSUD ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Beberapa peralatannya tercanggih di Indonesia, misalnya Air Handling Unit (AHU) yang mampu mensterilisasi udara ruangan.
Ada pula pintu interlock untuk menjaga kualitas udara ruangan agar tidak tercampur dengan udara dari luar. Dengan begitu, ruangan operasi menjadi bebas bakteri sehingga pasien tidak akan mudah terinfeksi pascaoperasi.
Fasilitas laboratorium, farmasi, dan administrasi juga telah terkoneksi dengan teknologi komunikasi yang canggih. Bahkan beberapa peralatan laboratorium memiliki teknologi robotik.
Peroperasi pada pertengahan Januari 2020
Gedung 15 lantai itu akan bisa mulai beroperasi pada pertengahan Januari 2020. Setelah peresmian ini, RSKIA dan Pemerintah Kota Bandung secara bertahap akan mulai memindahkan aktivitas layanan di tempat yang baru. Wali kota mengaku perlu persiapan SDM yang mumpuni untuk mengoperasikan fasilitas terbaru itu.
"Sekarang RSKIA sudah mulai mengadakan seleksi untuk mempersiapkan ke depan bagaimana agar SDM-nya dilengkapi secara mumpuni," tuturnya.
Sementara itu, Direktur RSKIA Kota Bandung, Taat Tagore menyatakan, saat ini pihaknya memiliki 350 pegawai, termasuk di dalamnya 40 orang dokter. Namun untuk mengoperasikan seluruh fasilitas rumah sakit secara optimal, ia perlu 750 personil.
"SDM akan menyesuaikan dengan perkembangan berikutnya. Kita memang rencana buka di tahun 2020 bisa menampung 200 tempat tidur untuk poli penyakit dalam, bedah, THT, mata, dan syaraf," beber Taat.
Oleh karena itu, ia akan memberlakukan layanan secara bertahap menyesuaikan dengan kebutuhan pasien. Fokusnya saat ini adalah memindahkan layanan pasien rawat jalan ke tempat yang baru.
"Kalau secara langsung SDMnya untuk dokter kita sudah memenuhi, tapi untuk perawatnya kita pengennya apa yang kita punya di rumah sakit lama kita pindahin dulu, operasional, setelah waiting list cepet-cepet kita tambah SDM-nya untuk menambah cakupan dan jumlah tempat tidurnya. Kalau SDM nambah, layanan tempat tidurnya kan naik," tuturnya.
Kendati memiliki fasilitas canggih dan modern, Taat memastikan, rumah sakit ini tetap menaruh keberpihakan kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Ia juga membuka fasilitas kelas 1, VIP, dan VVIP.
"Ini kan rumah sakit pemerintah jadi memang dibangun untuk melayani pasien menengah ke bawah, tapi tidak menutup kemungkinan untuk melayani kelas 1 ke atas," tegasnya.
Saturday, December 14, 2019
Datangi RW 11 Tamansari, Wali Kota Oded Janji Fasilitasi Warga
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial menyambangi warga yang terdampak pengamanan aset di RW 11 Kelurahan Tamansari, Kamis (12/12/2019) malam. Ia menyampaikan langsung permohonan maaf dan berjanji memfasilitasi warga yang terdampak.
Oded mendatangi satu per satu warga yang ditampung di rumah kerabat ataupun tetangganya di Kelurahan Tamansari. Ia menyempatkan berdialog. Hasilnya, Oded berkomitmen untuk memberikan fasilitas sama meski mereka tidak termasuk dalam daftar 176 Kepala Keluarga (KK) yang sepakat pembangunan rumah deret.
Setelah berdiskusi, Oded dan warga sepakat akan menyewa rumah di sekitar Kelurahan Tamansari. Pemerintah Kota (Pemkot) memberikan fasilitas kontrak rumah selama satu tahun penuh.
“Kita sudah ngobrol. Jadi solusi pertama, insyaallah mereka akan cari kontrakan masing-masing karena mereka tidak mau pindah ke Rancacili. Kita sudah sepakati sesuai sama dengan yang lain,” kata Oded usai menjumpai warga di RW 11 Kelurahan Tamansari.
Lebih lanjut Oded menyatakan, warga ini juga siap sepakat dengan rumah deret.
“Mereka juga sudah siap mengikuti kebijakan dari kami. Tapi terpenting mereka dapat kontrakan dulu,” tuturnya.
Oded juga meminta warga yang terdampak untuk sedikit bersabar, sebelum nantinya kembali menempati rumah deret Tamansari. Utamanya, sambung dia, terhadap 176 KK yang sudah sepakat dengan pembangunan rumah deret.
“Insyaallah pembangunan ini kita akan minta dipercepat diharapkan selesai,” cetusnya.
Sementara itu, salah seorang warga Rudi Sumaryadi yang sebelumnya belum sepakat dengan pembangunan rumah deret mengaku keberatan apabila harus direlokasi ke Rancacili. Karena, terlalu jauh dengan aktivitas dan sekolah anaknya.
“Anak saya masih sekolah dan usaha di sini. Pak Wali akan mencarikan dan kasih untuk kontrak,” ucap Rudi.
Rudi menyatakan fasilitas bagi yang terdampak ini diberikan secara keseluruhan oleh Pemkot Bandung. Warga RT 06 RW 11 ini juga berharap pembangunan rumah deret bisa segera selesai, sehingga bisa segera menempatinya.
“Alhamdulillah semua hak akan difasilitasi dan disesuaikan. Pak Wali tidak memilah yang PTUN atau tidak. Semua yang terdampak diakomodir dan mudah-mudahan bisa secepatnya,” katanya.
Thursday, December 12, 2019
Pemkot Bandung: Pengamanan Aset Awali Pembangunan Rumah Deret Tamansari
Pemkot Bandung mulai menggarap proses pembangunan rumah deret di RW 11 Kelurahan Tamansari. Sebagai langkah awalnya, Pemkot Bandung memulai dengan pengamanan aset.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung, Rasdian Setiadi menyatakan bahwa kehadiran petugas di lokasi yakni untuk mengamankan aset Pemkot. Terlebih setelah inkrah dari Mahkamah Agung yang dimenangkan oleh Pemkot Bandung.
Baca info terkait:
Ini Pernyataan LBH Bandung Terkait Penggusuran Rumah di Tamansari
"Sesuai perintah tugas kita dari walikota untuk melaksanakan pengamanan dan penertiban aset, karena memang aset ini adalah aset milik pemerintah kota Bandung," kata Rasdian di lokasi, Kamis (12/12/2019).
Rasdian menuturkan bahwa pengamanan aset ini sudah sesuai dengan prosedur yang beelaku. Bahkan surat pemberitahuan juga sudah dilayangkan beberapa kali kepada warg RW 11 Tamansari.
"Jadi memang ini sepertinya akan cukup lama, kita sudah memberikan surat perintah, surat peringatan kesatu, kedua dan ketiga. Memang waktunya agak lama tapi itu tidak berpengaruh, bahwa suatu saat pemerintah akan melaksanakan pembangunan rumah deret maka memang harus segera diamankan dan ditertibkan," ujarnya.
Guna menjaga kondusifitas selama pengamanan aset, Rasdian menyatakan Pemkot Bandung juga didukung oleh aparat kepolisian dan TNI.
"Kami mengerahkan beberapa personil, satpol PP ada dibantu backup dari kepolisian dan TNI. Jadi kalau ditotal ada 1.260 an sesuai dengan rencana pengamanan yang dibuat oleh Kabagops," jelasnya.
Rasdian berharap proses pengamanan bisa berjalan dengan lancar. Dia menyatakan bahwa pengamanan aset ini sebagai langkah awal Pemkot Bandung untuk memberikan pelayanan kepada 176 warga RW 11 Tamansari yang sudah menunggu untuk kembali menempati rumah deret.
"Jadi kita rencanakan hari ini kita selesaikan karena masyarakat yang 176 kk itu menunggu kepastian dari pemerintah kota kapan akan dibangun rumah deret. Jadi kita juga harus melihat seperti itu, mereka bertanya-tanya kapan akan dibangun," ungkapnya.
Lebih lanjut Rasdian terus mengingatkan kepada kepada seluruh petugas untuk tetap bertindak persuasif. Sekalipun ada oknum yang mencoba memancing emosi pada saat pengamanan, dia menginstruksikan agar anggota Satpol PP tetap bersikap humanis.
"Itu kan biasa kita tetap memberikan pengertian bahwa memang kita harus segera membangun. Karena kenapa harus diratakan, bagaimana kalau tidak diratakan, bagaimana mulainya pembangunan kan harus dari awal, disusun sedemikian rupa sehingga tidak molor lagi. Kasihan warga yang 90% ini mendambakan hunian yang nyaman dan asri," katanya. (Humas Kota Bandung)
Sunday, November 24, 2019
Inilah Nama-Nama Penerima Penghargaan Pemuda Pelopor Kota Bandung 2019
Pemkot Bandung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bandung (Dispora) memberikan penghargaan Anugerah Pemuda Pelopor Kota Bandung Tahun 2019 kepada sejumlah pemuda, di di Hotel Grand Asrilia, Jalan Pelajaran Pejuang, Jumat (22/11/2019) malam.
Anugerah Pemuda Pelopor Kota Bandung Tahun 2019 diberikan untuk kategori Pendidikan, Agama Sosial dan Budaya, Pengelolaan SDA Lingkungan dan Pariwisata, Pangan dan Inovasi Teknologi.
Kepala Dispora Kota Bandung, Eddy Marwoto mengatakan, kegiatan tersebut bagian dari upaya Pemkot Bandung mendorong para pemuda agar menjadi teladan bagi kaum muda lainnya.
Penilaian para pemuda pelopor ini melalui proses yang cukup panjang. Seleksi dilaksanakan pada 9 - 31 September 2019 yang diikuti dengan pembekalan selama 3 hari (4-6 Oktober) di Hotel Cipaku. Berikutnya tahapan administrasi, paparan dan penilaian lainnya pada pertengahan Oktober sampai 19 Oktober 2019.
“Untuk jumlah calon sebanyak 103 orang dan setelah seleksi, yang memenuhi kriteria sebanyak 60 orang," bebernya.
Dari jumlah tersebut, ditetapkan 30 finalis yang layak untuk melanjutkan seleksi tahap pemaparan inovasi di hadapan 5 orang panelis.
"Kegiatan ini diselenggarakan bertahap. Nantinya peringatan pertama akan disertakan ke tingkat provinsi dan nasional. Nantinya pada tahun 2020, pemuda menjadikan contoh bagi generasi muda bahwa mampu menorehkan prestasi yang membanggakan," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung, Oded M. Danial dalam sambutannya, berpesan agar pemuda mampu menjadi contoh pembangunan karakter.
"Setiap program kegiatan harus berujung dan bermuara kepada pembangunan. Contohnya, Mang Oded luncurkan pembangun karakter kepada anak sekolah, seperti membagikan pohon cengek, cabai, dan berikan anak ayam. Itu sesungguhnya merupakan bagian respon kita sebagai pemerintah daerah terhadap revolusi mental," katanya.
Menurutnya, pembelajar pembangunan karakter memberikan pemahaman agar lebih disiplin dalam melakukan berbagai hal. “Jika hal itu diterpakan maka akan muncul jiwa entrepreneur. Maka semua dimensi harus berdasarkan pembangunan karakter," tuturnya.
Berikut kategori dan nama-nama pemenang Anugerah Pemuda Pelopor Kota Bandung Tahun 2019. Kategori Pendidikan: Hanif Iskandar (1), Yogi Ginanjar (2), Farid Nurdiansyah (3).
Kategori Agama, Sosial dan Budaya:
1. Muhamad Akbar Slamat
2. Bambang Ramdani
3. Jasti Cahaya Nurani
Kategori Pengelolaan SDA Lingkungan dan Pariwisata;
1. M. Nur Ramadhan
2. Muhammad Rizal Yustiawan
3. Anggi Pradita
Kategori Pangan:
1. Natasha Sarita
2. Hera Soraya Khumaira
3. Ghifari Rizky Bitan
Kategori Inovasi Teknologi:
1. Tania Agustin Wijayanti
2. Muhammad Reynaldi Setiawan
3. Robi Ramdan Ansyori
Wednesday, November 20, 2019
Penataan Stasiun Timur, Akses dari Jalan Otista Sementara Ditutup
Akses masuk menuju pintu selatan Stasiun Bandung dari arah Jalan Oto Iskandari Di Nata (Otista) akan ditutup sementara waktu. Penutupan sementara berkaitan dengan dilaksanakannya penataan kawasan Stasiun Bandung di bagian timur.
Deputy Executive Vice President PT KAI Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono menyatakan, penutupan akses dari Jalan Otista akan dimulai pada 20 November 2019 terhitung pukul 00.00 WIB. Diperkirakan penutupan akses ini berlangsung sampai akhir Januari 2020.
Hendra mengatakan, akses dari Jalan Otista ini hanya tertutup bagi kendaraan bermotor saja, baik itu mobil ataupun motor. Sementara untuk pejalan kaki tetap bisa melalui jalan ini untuk menuju pintu selatan Stasiun Bandung.
"Kami sampaikan permohonan maaf bahwa mulai tanggal 20 November 2019 pukul 00.00 WIB hingga akhir Januari 2020, akses menuju pintu masuk selatan Stasiun Bandung dari arah Jalan Suniaraja dan Jalan Otista, hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki," kata Hendra.
Sementara itu, kendaraan yang ingin menuju pintu selatan Stasiun Bandung bisa melalui akses dari Jalan Pasirkaliki. Kemudian kendaraan bisa memutar balik di Tugu Lokomotif untuk kembali keluar melalui akses yang sama.
Hendra menuturkan, selama proses penataan kawasan ini berlangsung, sarana parkir kendaraan di sebelah selatan pun ikut ditutup untuk sementara waktu. "Untuk penumpang kereta api jarak jauh yang membawa kendaraan agar melalui akses jalan pintu masuk Stasiun Bandung sebelah utara,” ujarnya.
Hendra menyampaikan bahwa penataan kawasan Stasiun Timur merupakan bagian dari penataan Stasiun Bandung secara keseluruhan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna kereta api.
Sunday, November 10, 2019
Lebih Dekat Mengenal Co-Working Space dan Kampung Wisata Braga
Pemkot Bandung resmi meluncurkan Kampung Wisata Braga dan Co-working Space pada acara Braga Festival, di Jalan Braga Pendek, Minggu (10/11/2019). Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan tugu berada di depan Hotel The Braga Art oleh Wali Kota Bandung, Oded M. Danial.
Usai peresmian, Oded menyampaikan, hadirnya kampong wisata dan co-working space menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat.
"Ini bisa meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke Kota Bandung. Termasuk menghadirkan jiwa enteurpreneur," katanya.
Ia berharap tempat tersebut menjadi tempat berkumpulnya masyarakat, dalam mengembangkan potensi ekonomi.
"Tempat ini sebagai berkumpulnya masyarakat dalam mengembangkan ekonomi. Di sini ada pelatihan menjahit, melukis, juga akan ada merakit lampu. Intinya, semua program yang dimensi penguatan ekonomi harus dirangkul," kata Oded.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Dewi Kaniasari mengatakan, di dalam kampung wisata kreatif terdapat beberapa kawasan. Di antaranya kawasan tanaman obat keluarga di RW 06, sanggar melukis, kacapi suling, tembang Sunda Cianjuran dan degung di Rumah Seni Ropih, dan industri kerajinan daur ulang sampah koran dan kantong plastik RW 06.
Selain itu ada juga, kawasan pasar antik Cikapundung dan destinasi wisata Kuliner legendaris seperti Braga Permai, Kopi Aroma dan Warung Kopi Purnama.
"Untuk tahun depan kita terus kembangkan seperi destinasi wisata mural di Jalan Marconi, Morse dan Jalan Radio. Serta kampung wisata Warna Warni di Cikapundung," jelasnya.
Kenny mengungkapkan, dipilihnya kawasan Braga, karena sebagai kawasan percontohan untuk wilayah lainnya. Braga memiliki kawssn art Deco, sejarah dan kebudayaan yang cukup kental.
"Kampung Braga itu, temanya sejarah dan warisan budaya dan krearif. Kawasan ini banyak sejarah, kaitan dengan KAA dan Soekarno,” jelasnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)














