Showing posts with label Entertainment. Show all posts
Showing posts with label Entertainment. Show all posts

Wednesday, February 5, 2020

Lagi Viral Lagu Culametan di Medsos, Ini Arti Kata dan Sosok di Baliknya

Culametan

“Sia mah hirup téh culametan mét mét, culamétan mét mét. Jigana mah dipentaan deui téh embung sia mah. Siga na mah kalau ada makanan di méja mangga legleg ku sia, terorét terorét!” kata si gadis imut dalam video instagram yang kemudian mendadak viral di awal Februari 2020 tersebut. Lalu apa sih arti makna "culamétan' tersebut?

Arti kata culametan
Bila merujuk pada kalimat yang diungkapkan sosok gadis imut berkerudung putih tersebut, bisa dterjemahkan: "Kamu tuh hidup culametan. Kayaknya kalo dimintai lagi [makanan] kamu tuh gak mau. Kayaknya kalau ada makanan di meja, silakan makan sama kamu!". Ungkapan tersebut disambungkan dengan lirik dari lagu "Dua Kursi" yang dipopulerkan penyanyi dangdut Rita Sugiarto.

Lalu apa sih makna dari bahasa Sunda culamétan? Culametan itu sifat seseorang yang suka mintain/nyoba makanan temannya. Namun, di sendiri kalo punya makanan pelit banget saat dimintain oleh orang lain. Mungkin, kalau bahasa Indonesia-nya "celamitan". Ini dalam bahasa Sunda mengandung makna sifat yang jelek, selalu saja penasaran dengan apa yang dimakan orang lain.

Sifat culamétan pun bisa saja bukan hanya makanan. Ia penasaran dengan apa yang dimiliki oleh orang lain, misal bila temannya punya barang, sang culametan pengen nyobain. Bahkan, ada juga yang temannya punya pacar, misalnya, si culametan kayak pengen deketin si pacar punya temannya tersebut. Pokoknya, pikasebeleun alias nyebelin. Konteks culametan dalam urusan asmara ini bisa dimaknai kasusnya dalam lirk lagu "Culametan" yang dibawakan penyanyi Sunda Yayan Jatnika beberapa tahun lalu.

Di balik viralnya culamétan
Sebelum benar-benar viral, culametan ini beredar dengan video biasa tanpa editan. Namun, akun IG @dedeomat kemudian menambah musik yang bikin asyik buat goyang-goyang. Dede Omat sendiri dikenal piawai dalam mengolah musik remix berbasis speech compose ala Eka Gustiwana. Culematan pun sukses menyebar di jagat WA, Twitter, Facebook, dan lainnya. Bahkan tak sedikit di aplikasi Tik Tok dan aplikasi medsos lain yang ikutan #culametanchallenge.

Video-videonya sukses menyajikan speech compose yang mantap banget. Yang penasasaran, bisa lihat di akun IG @dedeomat atau halaman Facebook /dedeomatchannel tersebut. Karya-karyanya bisa juga dilihat di channel Youtube dedeomatchannel.

Lalu siapa sosok gadis berkerudungp putih yang bawain culametan tersebut? Dilansir dari cianjurtoday,com didapatkan informasi tentang identitas dari yang menyanyikan lagu ‘Kalau ada makanan di meja mangga legleg ku sia’ tersebut. Diketahui bocah tersebut bernama Risa dan merupakan siswi SMP kelas 7. Risa merupakan siswi SMP Soljer (diduga Solokan Jeruk) di Kab. Bandung. Penasaran dengan sosoknya? Follow aja akun IG @risa_culametan.

Friday, January 31, 2020

Recruitment The Voice Kids Indonesia Season Ke-4 Dimulai!

The Voice Kids 2020

Februari 2020 – GTV dengan bangga akan kembali menyuguhkan sebuah ajang pencarian bakat dan kompetisi bernyanyi kelas dunia di tengah-tengah pemirsa. Setelah sebelumnya membawa Keva peserta asal Denpasar keluar sebagai juara, kini The Voice Kids Indonesia yang memasuki season ke-4 dan bersiap menggelar Recruitment-nya untuk mencari talenta baru anak-anak dari seluruh penjuru Indonesia.

Recruitment ini membuka kesempatan bagi anak-anak usia mulai dari 7 tahun hingga 15 tahun yang memiliki kualitas vokal dan karakter yang unik. Selain itu peserta anak-anak ini boleh tampil solo maupun duo dan terbuka luas untuk berbagai genre musik sehingga tidak ada batasan dalam menampilkan kemampuan vokal para peserta nantinya. Recruitment akan dilakukan di 11 (sebelas) kota besar di tanah air yang terdiri dari : Balikpapan - Padang – Bandung (02 Februari 2020), Surabaya – Kupang (09 Februari 2020), Medan – Denpasar – Makassar (16 Februari 2020), Batam – Jogyakarta (23 Februari 2020) dan berakhir di Jakarta (29 Februari 2020).

“The Voice Kids Indonesia menjadi penantian bagi pemirsa setia GTV. Anak-anak dalam upayanya meraih mimpi menjadi cerita menarik dalam setiap Recruitment di kota manapun. Di ajang ini kualitas para peserta anak-anak di pertaruhkan untuk mendapatkan gelar juara baru. Kami menjangkau hampir di setiap kota besar di Indonesia demi mendapatkan kualitas suara terbaik dari para peserta disetiap daerah.” Ujar Deasy Yohana selaku executive producer The Voice Kids Indonesia season 4.

Perjalanan peserta anak-anak dalam The Voice Kids Indonesia akan terus berlanjut setelah rangkaian Pre-Auditions yaitu adalah Babak Blind Auditions, Battle Round, Live Round, Semifinal dan berakhir di Grand Final. Yang menarik di season ini adalah adanya treatment berbeda yaitu sistem ‘Block Button’ di Blind Auditions dan ‘Steal Deal’ di babak Battle Round. ‘Block Button’ dapat digunakan oleh salah satu coach ke coach lain agar coach tersebut tidak dapat dipilih oleh peserta pilihannya. Sedangkan ‘Steal Deal’ adalah kondisi dimana coach dapat menyelamatkan peserta yang gagal dari coach lain.

Kualitas vokal peserta The Voice Kids Indonesia dikenal tak main-main karena hanya mereka yang memiliki standar tinggi dalam vokal-lah yang dapat lolos dalam recruitment ini. Tak hanya kualitas suara namun karakter unik juga menjadi nilai untuk peserta. Karena bisa dipastikan mereka yang pernah lolos mengikuti recruitment di ajang ini pasti lolos di talent search lainnya.

The Voice Kids Indonesia menjaring talenta suara anak bangsa di seluruh penjuru indonesia, mempersatukan keragaman budaya indonesia dalam satu panggung the voice kids indonesia. Wujudkan mimpi anak Indonesia untuk menjadi idola baru Indonesia melalui rangkaian recruitment di masing-masing kota di Indonesia. Karena... I Want You!

Friday, November 29, 2019

Vionita Sabet Gelar Juara The Voice Indonesia 2019

Vionita Juara The Voice Indonesia 2019

Season ini coach Titi berhasil membuktikan kepiawaiannya sebagai coach dengan membuat Vionita menyandang gelar juara. Malam ini Vionita memang tampil sempurna, membawakan lagu 'Menjadi Bintang' yang dipopulerkan oleh Via Vallen, peserta asal Medan ini membuka babak Grand Final ini dengan memukau.

Pujian pun datang dari semua coach. "Saya tuh kalau dengar suara kamu udah gak tahu lagi mau ngomong apa. Bagus banget!" Ujar sang coach Titi bangga. Pada penampilan keduanya pun Vionita membawakan lagu berjudul 'Bahasa Kalbu' dengan berduet dengan coach dengan indah.

Keseruan babak Grand Final ini juga dimeriahkan oleh Ayu Titi yang membuat penonton di studio semua bergoyang. Penampilan ke-4 peserta lainya seperti Gus Agung, Tesa, Vionita dan juga Elly.

Vionita menangis haru kala sang host, Ananda Omesh dan Gracia menyebut namanya sebagai juara. " Aku tidak menyangka bisa sampai disini. Hal ini benar-benar menjadi impianku". Ujar Vionita. Coach Titi pun hampir tak percaya bahwa peserta didik nya memenangkan ajang ini. "Berharap memang tapi gak tinggi - tinggi namun ternyata dukungan ke Vionita sangat banyak." Tambahnya.

Coach Titi sempat takut mengingat juara season sebelumnya, coach Armand berhasil membawa 2 timnya ke babak Grand Final. "Maka dari itu Bio saya latih tak hanya suara tapi juga mentalnya. Bahkan sampai suka nangis kalau saya marahin!". Ujar coach Titi.

Usaha tidak mengkhianati hasil, segala jerih payah Vionita membuahkan hasil. Berkat kerja keras dan juga dukungan besar dari keluarga hingga masyarakat Indonesia, Vionita menjadi juara The Voice Indonesia season ini. Selamat kepada Vionita dari #TimTiti.

Tuesday, November 26, 2019

Claudia Emmanuela Akan Tampil Di Grand Final The Voice Indonesia 2019


Pemenang The Voice Of Germany Claudia Emmanuela Santoso yang videonya viral hingga hari ini dipastikan hadir membawakan beberapa lagu di Grand Final The Voice Indonesia. Audi sapaan akrabnya, berasal dari Cirebon dan sedang menempuh pendidikan di Jerman menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia atas kemenangan yang diraihnya. Kehadirannya di panggung Grand Final The Voice Indonesia GTV,  Kamis 28 November pukul 20.00 WIB sudah sangat ditunggu oleh para penggemarnya yang berujar lewat kolom komentar di akun instagram @thevoicegtv.

Tampil di GTV merupakan yang pertama kalinya di televisi nasional, yang pastinya membuat pemirsa dan juga para netizen penasaran. Melengkapi agenda kedatangannya di Indonesia, GTV memberikan kesempatan kepada para penggemar Audi untuk bertemu langsung, ngobrol dan berfoto bersama dengan cara mengikuti kuis digital Meet & Greet Bersama Claudia Emmanuela. Info lengkapnya tersedia di akun instagram @thevoicegtv.

Selain dari penampilan Claudia Emmanuela, hadirnya Demian yang akan memprediksi pemenang The Voice Indonesia menambah ekstra ketegangan pada babak penentu yang merupakan akhir dari musim kompetisi tahun ini. Demian akan memprediksi pemenang pada awal acara grand final tersebut sehingga bisa membuat para coaches harap-harap cemas di sepanjang jalannya kompetisi. Dan diantara ketegangan yang berlangsung, penampilan Ayu Tingting akan membawa kemeriahan di sela-sela pertarungan para grand finalis berjuang membawa nama coach dan juga daerahnya.

Grand Finalis The Voice Indonesia 2019 : Nikita (Bekasi #teamisyana) Tesa (Tarutung #teamvidinino) Vionita (Medan #teamtitidj) Elly (Batam #teamarmand) Gus Agung (Denpasar #teamarmand)

Jadilah saksi lahirnya talenta terbaik kebanggaan Indonesia, Saksikan Grand Final The Voice Indonesia, Kamis 28 November 2019, pukul 20.00 WIB di GTV.

Sunday, November 24, 2019

Konferensi Musik Indonesia Festival dan Eksebisi 2019 Digelar di Gedong Budaya Sabilulungan

Konferensi Musik 2019 di Kabupaten Bandung

KAMI, Konferensi Musik Indonesia Festival dan Eksebisi 2019 digelar Sabtu, 23 November 2019 di Gedong Budaya Sabilulungan (GBS), Kabupaten Bandung, berfokus pada tata kelola industri musik yang lebih adil dan berkelanjutan.

Konferensi dibuka Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Bupati Bandung Dadang M. Naser dan Glenn Fredly, serta diisi tiga sesi diskusi yang mempertemukan aktor-aktor penting industri musik, dengan pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat sipil.

Penggagas KAMI, Konferensi Musik Indonesia, Glenn Fredly berharap, konferensi kali ini bisa menghasilkan momentum yang membuat industri musik yang adil dan berkelanjutan. Jika tata kelola industri musik dapat lebih baik, diharapkan musik juga bisa lebih efektif membantu sektor lainnya, seperti film, pariwisata hingga merajut perdamaian.

GBS menjadi lokasi perhelatan Konferensi Musik Indonesia yang kedua, sebelumnya diadakan di Ambon Maluku 7-9 Maret 2018 lalu, yang mendorong kesuksesan, hingga Ambon ditetapkan menjadi Kota Musik Dunia oleh UNESCO.

KAMI melalui Konferensi Musik Indonesia, akan terus berkomitmen menjadi ruang atau forum pemantik bagi kemajuan tata kelola musik tanah air yang akan selalu melibatkan pemerintah, pelaku musik tanah air, dunia usaha, pendidikan, serta lintas disiplin kreatif lainnya seperti film, fashion, arsitektur, sastra dll.

Bupati Bandung, H. Dadang M. Naser mengungkapkan, musik mempunyai peran besar dalam menciptakan peradaban dunia, oleh karena itu pihaknya akan terus bersinergi dengan para pecinta musik, bertukar pikiran dalam berkreasi dan berinovasi serta merumuskan bagaimana mengembangkan potensi lokal, agar para seniman Kabupaten Bandung dapat meningkatkan eksistensinya baik pada skala Lokal, Nasional, maupun Internasional.

Sementara itu Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menegaskan, fungsi musik ini beragam, selain untuk berekspresi sebagai kreativitas kebahagiaan juga untuk persatuan. Namun curahan hati para pemusik juga didengar, bahwa eksistensi dan kesejahteraan masih kurang. "Mudah-mudahan Jabar bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia, karena sudah mempunyai Perda tentang Ekonomi Kreatif, untuk mendukung keberadaan musik, dan saat ini sedang dibangun Creative Centre, fasilitas bermusik dan lain-lain" tuturnya. (Diskominfo Kab. Bandung)

Iis Dahlia dan RAN Ramaikan Babak Semifinal The Voice Indonesia

Semifinal The Voice Indonesia 2019 GTV

Babak semifinal The Voice Indonesia malam ini berlangsung sangat meriah, 6 peserta menerima tantangan dari para coach untuk tampil keluar dari zona nyaman bernyanyi mereka. Kaleb, Gus Agung, Nikita, Elly, Vionita dan Tesa pun membuktikan kualitas suara mereka di panggung.

Penampilan istimewa dari Iis Dahlia sebagai bintang tamu membuka episode Semifinal malam ini. Iis sukses membuat semua coach dan penonton di studio bergoyang. Disusul Nikita yang menjadi peserta pertama, gadis asal Bekasi ini menyanyikan lagu Bento milik Iwan Fals terasa asik di dengar. "Saya bangga banget Nikita!" Puji sang coach, Isyana.

Namun malang bagi Kaleb peserta lain dari #TimIsyana, ia harus menelan kenyataan pahit karena iya dinyatakan tidak dapat melaju ke babak Final. Coach Isyana sempat terlihat kaget mendengar keputusan itu dan Isyana hanya bisa menjagokan Nikita di babak Final nanti.

Gus Agung, peserta yang biasa membuat penonton wanita meleleh malam ini dibuat oleh sang coach Armand , tampil agak rock namun ada rasa jazz nya. "Kamu bawa lagu ini dengan beda banget. Kamu keliatan happy." Ujar coach Titi kepada peserta asal Denpasar ini.

Tak mau kalah, Elly yang juga dari #TimArmand tampil sempurna dengan suara khasnya. Elly yang membawakan lagu milik Hadi Yunus sangat meresapi lagu yang Ia bawakan hingga sempat menurunkan  airmata setelah perform.

Diantara kesempurnaan penampilan semua peserta, Tesa peserta dari #TimVidiNino justru mendapat banyak kritik dari para coach. "Lagu yang kamu bawakan terlalu sama dengan penyanyi aslinya." Kritik coach Isyana. Namun terjadi hal lucu ketika Tesa pura-pura pingsan di atas panggung. Setelah sang coach Nino panik di atas panggung lantas kejutan diberikan untuk Nino yang hari ini tepat berulang tahun. Nino bersama grup RAN pun tampil menjadi bintang tamu di babak Semifinal ini.

Satu-satunya jagoan dari #TimTiti, Vionita malam ini tampil sangat manis lewat lagu 'I Love You 3000' pilihan coach Titi. Penampilan Vionita menjadikan peserta asal Medan ini peserta dengan hasil voting tertinggi. "Mamak banteng pasti bangga sama kamu!" Ujar coach Armand kepada Vionita.

Minggu depan akan menjadi akhir perjalanan panjang The Voice Indonesia season ini. Dipastikan 5 Peserta akan tampil maksimal untuk keluar sebagai juara. Tak hanya itu penampilan, Claudia Emmanuella sebagai pemenang The Voice Germany 2019 akan hadir di babak Grand Final minggu depan. Seperti apa kemeriahannya ? Jangan lewatkan penayangannya, Kamis 28 November 2019 pukul 20.00 WIB hanya di GTV

Inilah Daftar Lengkap Penerima Penghargaan Festival Film Bandung (FFB) 2019

Daftar Pemenang Festival Film Bandung 2019

Forum Film Bandung (FFB) bekerja sama dengan Pemprov Jabar telah menggelar malam penganugerahan Festival Film Bandung 2019 di Parahyangan Convention Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kab. Bandung Barat, Jumat (22/11/2019).

Berikut daftar lengkap pemenang Festival Film Bandung 2019:⁣⁣

1. Pemeran Pembantu Pria Terpuji Film Bioskop: Randy Pangalila - Kucumbu Tubuh Indahku⁣⁣
2. Pemeran Pembantu Wanita Terpuji Film Bioskop: Endhita - Ambu

⁣⁣3. Penata Editing Terpuji Film Bioskop: Ichsan JW, Syarif Hidayat - Preman Pensiun⁣⁣
4. Penata Kamera Terpuji Film Bioskop: Ical Tanjung - Ave Maryam⁣⁣
5. Penata Musik Terpuji Film Bioskop: Andhika Triyadi - Suzzanna: Bernapas dalam Kubur⁣⁣
6. Penata Artistik Terpuji Film Bioskop: Oscart Firdaus - Dua Garis Biru⁣⁣

7. Pemeran Pria Terpuji Film Televisi: Sonny Septian - Aku Menyimpan Duri Dalam Pernikahanku⁣⁣
8. Pemeran Wanita Terpuji Film Televisi: Henidar Amroe - Harta Terbesar Adalah Doa Ibuku⁣⁣

9. Penulis Skenario Terpuji Film Televisi: H. Imam Tantowi - Teman Waktu Kecil⁣⁣

10. Sutradara Terpuji Film Televisi: Karsono Hadi - Cinta Bersemi Rantang pun Kembali⁣⁣
11. Sutradara Terpuji Serial Televisi: Ucik Supra - Istri-Istri Akhir Zaman

⁣⁣12. Pemeran Wanita Terpuji Serial Televisi: Michelle Ziudith - Aku Bukan Ustadz Mendadak Soleh
⁣⁣13. Pemeran Pria Terpuji Serial Televisi: Rangga Azof - Cinta Buta⁣⁣

14. Serial Televisi Terpuji - Fatih di Kampung Jawara⁣⁣
15. Film Televisi Terpuji: Teman Waktu Kecil⁣⁣

16. Penulis Skenario Terpuji Film Bioskop: Ginatri S Noer - Dua Garis Biru⁣⁣
17. Sutradara Terpuji Film Bioskop: Ody C Harahap - Hit & Run⁣⁣

18. Pemeran Utama Pria Terpuji Film Bioskop: Dimas Anggara - Dancing in the Rain⁣⁣
19. Pemeran Utama Wanita Terpuji Film Bioskop: Luna Maya - Suzzanna: Bernapas dalam Kubur⁣⁣

20. Film Bioskop Terpuji: Dua Garis Biru⁣⁣
21. Film Impor Terpuji: Avengers: Endgame, Bohemian Rhapsody, Us, Andhadhun, Spider-Man: Into the Spider-Verse, Toy Story 4, Green Book, Hotel Mumbai, Instant Family, Parasite⁣⁣

22. Life Achievement: Lenny Marlina, Khikmawan Santosa

Wednesday, November 13, 2019

Sejuta Kenangan Siaran-Siaran Radio di Bandung Era 80-90an

Siaran radio Bandung 80-90an

Bagi generasi milenial sekarang, dengerin radio mungkin agak kurann. Dengan hadirnya teknologi internet, aneka media hiburan dari koran, majalah, televisi, sampai radio pun ikut kena imbasnya. Dan kepopuleran radio pun semakin tergerus dengan aneka hiburan online, dari video-video di channel Youtube sampai PodCast. Namun, siaran-siaran radio tidaklah mati suri. Di era kejayaannya, radio kemudian harus bersaing dengan aneka hiburan dengan munculnya TV-TV swasta. Dan kini pun, televisi harus bersaing keras dengan hiburan online.

Masih banyak penggemar siaran-siaran radio yang diminati masyarakat. Dan konsepnya pun sudah dikolaborasikan dengan media online, misalnya dengan ditambah ada jalur via radio streaming, sehingg bisa didengarkan di internet. Begitu pula stasiun-stasiun radio membikin akun-akun media sosial seperti Instagram, Facebook, Twitter, bahkan kanal Youtube.

Kenangan siaran-siaran radio di Bandung era '80-'90an
Tulisan ini hanya ingin mulangkeun panineungan atau mengenang kembali bagaimana dulu radio-radio di Bandung pernah mencapai masa kejayaannya, terutama era '80-90an. Tak heran waktu itu, persaingan antar stasiun radio di Bandung begitu ketat dengan mengambil segmen masing-masing juga genre musik yang jadi ciri khasnya.

Mendengarkan radio di era tersebut menjadi kebiasaan, terutama anak-anak muda. Kurang gaul rasanya bila belum mendengarkan program-program siaran favorit di radio. Segmen dan konsep radio di Bandung pun punya ciri masing-masing, khas utamanya dengan musik yang biasa diputar. Ini dari radio yang menyiarkan lagu-lagu pop, barat, dangdut, lagu Sunda, jazz, bobodoran, sampai siaran berita up to date.

Dari dongeng Wa Kepoh sampai bobodoran Kang Ibing
Era '80-90an, mendengarkan radio jadi keasyikan tersendiri. Bagi kaum remaja, ada radio Ardan, OZ, MGT, Paramuda, sampai ada juga GMR yang menyiarkan lagu-lagu rock. Sementara bagi yang hobi dengerin lagu-lagu atau dongeng Sunda ada radio Garuda, Rama, Dahlia, dan Mara FM. Setiap radio waktu itu punya siaran andalan masing-masing.

Salah satu siaran yang jadi primdona waktu itu ada siaran dongeng Sunda "Si Rawing" yang dibawakan maestro dongeng Sunda yang dikenal dengan Wa Kepoh. Bagi masyarakat Bandung khususnya mereka generasi tahun 80-an, nama Wa Kepoh bukalah nama yang asing. Saat itu, di sebuah radio terdapat sebuah acara drama atau dongeng radio yang begitu populer. Acara tersebut dibawakan oleh Ahmad Sutisna dengan nama radio Wa Kepoh.

Wa Kepoh pandai membuat berbagai karakter suara untuk menciptakan sebuah cerita hingga begitu menarik. Karakter kakek-kakek, nenek-nenek, bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda, remaja hingga anak kecil bisa ia tirukan seolah terdapat banyak tokoh. Pendongeng Sunda lain yang terkenal ada nama Mang Barna.

Favorit para pendengar radio lainnya, di Bandung khususnya, ada Sempal Guyon Parahyangan Si Kundang yang disiarkan Radio Garuda. Acara bobodoran ini dibawakan oleh Kang Iwan Andi R. Jauhari dengan Tisna Suntara. Kang Tisna memerankan 14 suara berbeda. Nama-nama tokoh Si Kundang, Mang Oded, Mas Paijo, Mang Minta, Pak Kurdi, Bi Iting, Mang Komar, Mak Uti, Abah Jangkung, Bi Ijah, Si Tuan, dan lainnya jadi siaran yang ditunggu-tunggu pendengarnya.

Dan yang bodoran Sunda tentunya setiap malam Jumat selalu ditunggu-tunggu yakni duet maut Kang Ibing dan Kang Aom Kusman. Hingga sekarang, rekaman cerita-cerita humor Sunda Kang Ibing tersebut masih menyebar di dunia maya. Dijamin kalo mendengarkan siaran Kang Ibing di Radio Mara segala macam kapusing akan hilang karena kepiawaian Kang Ibing mereka-reka cerita hingga bikin sakit perut saking puas ketawa. Cerita Tukang Celep Pendek, Indung Peucang, sampai Kaktus pun selalu diingat bila Anda pernah mendengarkan siaran Kang Ibing waktu itu.

Radio segmen remaja dan event musik
Hingaga era '90an, nama Radio Ardan, MGT, OZ, Paramuda, dan lainnya dikenal membidik segmen kawula muda. Banyak lho para penyiar waktu itu yang jadi selebritas sekarang, salah satunya  menantu mantan Presiden SBY yakni Annisa Pohan. Dia bisa berjodoh dengan AHY saat menjadi penyiar salah satu radio OZ Bandung.

Deretan seleb lain yang awalnya jadi penyiar radio di Bandung, diantaranya Ringgo Agus Rahman (Radio OZ),  Sogi Indra Dhuaja, beberapa personel P Project (awalnya Padhyangan), Choky Sitohang, Fitri Tropika (Ardan), Farhan, Pandji Pragiwaksono (Hard Rock FM), Tike Priatnakusumah, sampai komedian Sule yang pernah mencicipi jadi penyiar di Radio Rama FM.

Nama lainnya ada Indra Herlambang yang mantan penyiar Radio Ardan. Di Radio Ardan, Indra pada era '90an juga menjadi bagian dari tim program cerita seputar jurig yang bikin malam Jumat jadi bergidik yakni Nightmare Side.

Menariknya di era '90an radio-radio segmen remaja tersebut biasa menggelar event off air. Salah satunya di GOR Saparua. Hampir tiap minggu biasa digelar acara konser musik yang menghadirkan artis-artis papan atas Indonesia, dari Dewa 19, Gigi, Java Jive, Jamrud, dan lainnya. Pokoknya, waktu itu bagi remaja-remaja Bandung, atomsfer Bandung sebagai Kota Musik kerasa banget.

Pulang nonton dari Saparua, lanjut nongkrong di BIP (Bandung Indah Plaza) atau sekitaran Dago. Juga event pentas seni (pensi) di sekolah-sekolah Bandung biasanya bekerja sama dengan radio-radio tersebut. Ditambah lagi OB Van radio-radio tersebut selalu menyambangi tempat-tempat gaul anak muda, biasanya malam Minggu. Tentunya pula acara-acara kuis yang dari radio jadi momen yang ditunggu anak-anak muda Bandung jaman harita.

Radio dan kejayaan lagu Sunda
Radio Rama, Radio Garuda, dan Radio Dahlia adalah beberapa diantara radio di Bandung yang turut membawa lagu-lagu Sunda pada puncak ketenarannya. Lagu-lagu dari Darso, Doel Sumbang, Nining Meida, Rika Rafika, Yayan Jatnika, Dody Mansyur, Rita Tila, Bungsu Bandung, sampai generasi Kustian mengalun merdu di radio-radio berkonsep siaran lagu Sunda tersebut.

Tak jarang si penyanyi pun ikut siaran, plus tentunya untuk promosi lagu teranya mereka. Dengan hadirnya siaran-siaran lagu Sunda di radio, sekaligus mengatrol nama penyanyinya. Ini berlangsung dari zaman kaset pita sampai VCD dan DVD. Dengan semakin sering diputarnya lagu-lagu Sunda yang ngehits waktu itu, banyaknya order manggung si penyanyi pun jadi berkah tersendiri.

Bukan hanya penyanyi, penyiarnya pun sukses ikut kecipratan order manggung. Beberapa nama penyiar yang akrab di telinga pendengar ada Kang Dori, Ceu O'oh, Wildan Nasution, Mang Udung, Ceu Popon, dan lainnya. Untuk radio genre lagu-lagu Sunda biasanya juga menyajikan siaran lagu-lagu dangdut. Untuk Radio Rama sendiri bahkan dikenal dengan bobodoran Sunda bernama Canghegar ("Carita Ngeunah dan Segar")

Sedikit cerita, Radio Dahlia lahir dari salon kecantikan. Sejarahnya, sekitar tahun 1968, yang diawali dari sebuah usaha kecil dari keluarga Ny. Siti Dahlia yaitu usaha jasa kecantikan dengan nama “Salon Dahlia”. Dalam upaya untuk lebih meningkatkan usaha jasa kecantikan itu, pemilik usaha mencoba untuk berpromosi, akhirnya terlintaslah dibenak pemilik untuk mendirikan pemancar amatiran yang diberi nama Radio Dahlia.

Friday, November 8, 2019

Genya Gugur di Babak Live Round 3, Coach Titi Pun Menangis

The Voice Indonesia 2019 GTV Round 3

Malam ini 8 peserta yang lolos dari babak sebelumnya melanjutkan perjuangan mereka di babak Live Round 3. Mereka yang terdiri dari 2 orang dari masing-masing tim ini menunjukan kemampuan vokalnya yang berbeda. 1 peserta harus gugur untuk medapatkan 7 peserta dan sang coach tidak dapat lagi menyelamatkan pesertanya.

#TimArmand mempersembahkan Gus Agung untuk menjadi pembuka babak Live Round 3 ini. Penampilannya yang menawan mampu membuat lagu 'Anak Jalanan' terasa asik didengar. "Kalau anak jalanannya seperti kamu emak-emak pasti suka ni!" goda coach Titi kepada peserta asal Denpasar ini.

Selain Gus Agung, Ely yang juga menjadi perwakilan #TimArmand dibabak ini kembali menampilkan suara khasnya namun kali ini ia tampil lebih soft lewat lagu 'Iris' sebagai penutup babak ini.

Malam ini menjadi babak yang menyedihkan bagi coach Titi, karena salah satu peserta dari Timnya dinyatakan gugur dan menghentikan mimpinya dibabak ini. Dia adalah Genya, peserta asal Bandung ini tampil membawakan lagu berjudul 'Dealova' dengan sangat baik namun ternyata hal itu tak membuat hasil voting untuk dirinya bagus. "Sayq jujur gak menyangka Genya harus pulang. Tapi saya bangga dia tampil sangat bagus." Ujar sang coach sambil menahan tangis.

Namun dari #TimTiti  sang masih bisa mengharapkan Vionita, lewat penampilannya yang memukau dara cantik ini mampu berada di posisi aman dengan perolehan voting yang cukup tinggi.

Sedangkan dari #TimIsyana, Kaleb peserta muda asal Jakarta ini mampu mencuri perhatian penonton dengan genre lagu berbeda. "Lagu ini tuh kamu banget. Nanti kalau buat lagu yang kayak gini nih kamu banget." Puji coach.Vidi Nino. Kalep pun bersama Nikita melaju ke tahap 7 besar.

Duo sakti Aca dan Kia dari #TimVidiNino pun tak ketinggala. Menampikan performa terbaik mereka. Tampil kompak di atas panggung 'I beliece I Can Fly' yang mereka bawakan pun sukses mendapat riuh tepuk tangan dari penonton dan juga coaches. Coach Titi pun sempat menanyakan mengapa mereka harus di jadika duo, "Masing-masing dari mereka ini punya power loh!". Tambah coach Titi. Coach Vidi Nino pun berbangga hati karena Tesa yang berasal dari Tarutung pun ikut lolos. Itu bearti 2 peserta dari #TimVidiNio masuk dalam pertarungan 7 besar minggu depan.

Jangan lewatkan babak Live Round selanjutnya di The Voice Indonesia, tayang setiap Kamis pukul 20.00 Wib. Hanya di GTV.