Showing posts with label Event Bandung. Show all posts
Showing posts with label Event Bandung. Show all posts
Thursday, January 2, 2020
Coming Soon Pagelaran Sendra Tari Lampung Gham IV
Lampung Gham adalah serangkaian acara Pagelaran Sendra Tari Kebudayaan Lampung. Tema acara ini adalah “Karsa Lestari, Rasa Cinta, Budaya dalam Cipta dan Karya".
Nama rangkaian mata acara secara keseluruhan yaitu "Lampung Gham IV", dengan berbagai nama sub-kegiatan sebagai berikut:
1. Lampung Gham IV: Roadshow Tungga Sekelik
2. Lampung Gham IV: Lappung Expo
3. Lampung Gham IV: Pagelaran Sendratari Letusan Gunung Krakatau
Pagelaran Sendratari Lampung Gham IV akan dilaksanakan pada
Tanggal: Sabtu, 21 Maret 2020
Tempat: Teater Tertutup Dago Tea House
Sebuah pagelaran sendratari dari cerita kreasi (fiksi) mengangkat salah satu ikon Provinsi Lampung, yaitu Gunung Krakatau. Pagelaran ini merupakan kombinasi antara tari tradisional, tari kreasi, musik dan sastra Lampung, serta seni drama. Bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya dari tanah Lampung kepada khalayak ramai khususnya mahasiswa ITB dan masyarakat di Kota Bandung.
Ikuti kami di:
OA Line: @dfm5839b
Instagram: @lampungghamiv
@ubalaitb
Monday, November 18, 2019
Kemah Literasi Jawa Barat 2019, Ruang Silaturahmi dan Militansi Pejuang Literasi
Di kaki Gunung Manglayang, Bandung Timur, para pegiat (baca: pejuang) literasi berkumpul dalam satu area di kawasan Bumi Perkemahan Kiara Payung, Jatinangor, Sumedang. Mereka bersilaturahmi dan bertukar pengalaman serta gagasan dalam acara bernama "Kemah Literasi Jawa Barat 2019". Aneka kegiatan pun digelar dari hari Jumat sampai Minggu, 15 - 17 November 2019.
Selain ajang pertemuan para pejuang literasi, di kegiatan yang dihelat FTBM Jabar ini tersaji letupan-letupan gagasan juga berbagi pengalaman yang menarik untuk diangkat. Dari kegiatan diskusi, bedah buku, sampai sharing session di antara para peserta, mencuat pengalaman-pengalaman seru hingga perjuangan para pejuang literasi ini yang berjuang dari semangat memasyarakatkan peradaban membaca.
Walau hanya berlangsung selama tiga hari, gambaran terhadap dunia literasi di Jawa Barat khususnya, umumnya di Indonesia sedikit terbuka bahwa di balik perjuangan para pegiat literasi ini, masih banyak hal-hal yang harus diperjuangkan. Ini terbaca dari berbagi pengalaman beberapa peserta yang mengurus Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di daerahnya masing-masing. Aneka kegiatan acara yang digelar dari bedah buku, pengenalan literasi huruf braille, unjuk kabisa perwakilan, peserta, sampai pelatihan menulis aksara Sunda.
Sebagai informasi, peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini bukan hanya dari daerah-daerah di Jawa Barat, namun ada juga dari luar Jawa Barat dan luar Pulau Jawa. Para peserta pun datang dari berbagai kalangan, dari yang concern mengurus TBM, PNS, sastrawan, santri, wartawan, blogger, ibu rumah tangga, seniman, sampai anak-anak. Aspek semangat sosial dan dorongan nurani untuk memasyarakatkan membaca adalah ghirah luar biasa yang terpancar dari para peserta.
Literasi di era internet
Perjuangan literasi di berbagai daerah secara umum, berhadapan dengan berbagai masalah dari tergerusnya budaya membaca di masyarakat, hantaman teknologi informasi, sampai kurangnya dukungan dari pihak terkait. Namun, ini bukan ajang keluh kesah, justru mereka secara dengan semangat kolaborasi mencari cara-cara untuk menghadapinya sekaligus tetap mempertahankan semangat memajukan peradaban membaca di masyarakat.
Salah satu pembicara, Maman Suherman, yang dikenal sebagai yang dikenal sebagai penulis, pembicara, dan jurnalis ini menyoroti lemahnya budaya literasi di era internet. Salah satu degradasi budaya baca ini dengan menjamurnya budaya hanya baca judul dan lemah mencari referensi untuk uji validitas konten yang tersebar.
Tak heran jika hate speech, hoax, dan mudah percayanya pada suatu informasi yang viral karena literasi masyarakat yang baru sampai pada tingkatan membaca, belum kepada memahami, menganalisis juga memverifikasinya. Namun Maman optimistis, salah satunya dengan event Kemah Literasi seperti di Kiarapayung ini, membuktikan bahwa perjuangan literasi tidak akan mati, malah tambah kuat.
Kampanye literasi lewat lagu
Yang menarik, hadirnya penyanyi balada Ferry Curtis di malam api unggun, selain menghadirkan hiburan juga renungan lewat lagu-lagu yang ia nyanyikan. ntuk membangun kecerdasan masyarakat melalui musik, tidak banyak. Pemusik bernama asli R Ferry Anggawijaya ini menghadirkan lagu-lagu bertema literasi, seperti Ayo ke Pustaka, Ayo membaca dan Jangan Behenti Membaca. Bahkan, di salah satu sesi ia menyanyikan sebuah puisi karya penulis fiksi asal Banten, Gola Gong.
Ferry berharap dengan lagu-lagu bertema literasi yang diciptakannya, bisa membangkitkan semangat masyarakat untuk membaca, menulis dan mengaplikasikan bacaan tersebut. Ia pun menyoroti perlunya bangsa ini untuk terus memupuk dan mempertahankan persatuan. Hal ini ia buktikan dengan memanggil perwakilan peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan bernyanyi bersama lewat lagu bertema kalimat "apa kabar" yang diucapkan dari berbagai bahasa daerah di Indonesia.
Sisi lain dari Kemah Literasi Jawa Barat 2019 ini, menghadirkan pengalaman-pengalaman seru dari beberapa peserta terkait suka duka mengurus taman bacaan di daerah masing-masing. Utamanya, jiwa sosial menjadi bagian tak terpisahkan. Bagaimana berjuang memasyarakatkan membaca dengan kondisi ekonomi seadanya; sulitnya mengajak masyarakat membaca; namun ada juga para pengelola TBM yang sudah bisa bersinergi dengan pihak lain, baik itu dukungan pemerintah daerah hingga program CSR perusahaan. **(Abah Amin)
--------------
Bagaimana serunya Kemah Literasi Jawa Barat 2019? Silakan lihat dokumentasi foto dan video di bawah ini:
- Dokumentasi foto LIHAT DI SINI
- Dokumentasi video TONTON DI SINI
Wednesday, November 13, 2019
Kemah Literasi Jawa Barat 2019, Literasi untuk Semua
Forum Taman Bacaan Masyarakat (FTBM) Jawa Barat akan menghelat acara “Kemah Literasi Jawa Barat 2019” di Bumi Perkemahan Kiarapayung, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada hari Jumat hingga Minggu, 15-17 November 2019.
FTBM adalah ruang silaturahmi dan koordinasi antar pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dalam kerangka berbagi informasi, pengetahuan, pengalaman, pemikiran, ihwal literasi. Dengan adanya FTBM, berbagai gerakan literasi yang ada di berbagai daerah bisa diketahui, diikuti, disinergikan di antara sesama anggota FTBM. Hal ini, tentu saja berkaitan dengan spirit untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan berkolaborasi, berpikir kritis, kreatif, dan komunikatif di antara sesama pengelola TBM.
Adapun “Kemah Literasi Jawa Barat 2019” adalah kegiatan jambore antarpengelola dan pegiat literasi berupa saling bertukar informasi, pengetahuan, pengalaman, dan pemikiran. Tujuan kegiatan ini antara lain menjalin tali silaturahmi antarpengelola dan pegiat TBM di Jawa Barat, serta lingkup nasional; menumbuhkan TBM-TBM baru atau gerakan literasi lainnya di Jawa Barat dan dalam lingkup nasional; dan mengampanyekan enam literasi dasar dan kecakapan yang dituntut oleh abad ke-21.
“Kemah Literasi Jawa Barat 2019” mengambil tema “Literasi untuk Semua”. Maksud tema tersebut adalah FTBM Jawa Barat berusaha untuk mengangkat berbagai segi dari literasi, seperti literasi bagi kalangan yang berkebutuhan khusus, kanak-kanak, dan masalah gender.
Selama tiga hari penyelenggaraan acaranya, pada “Kemah Literasi Jawa Barat 2019” akan diisi dengan kegiatan yang dihadirkan untuk menambah pengetahuan para pegiat berupa pemberian informasi dari narasumber melalui kegiatan diskusi, bedah buku, pelatihan menulis, dan saling bagi informasi. Kegiatan lainnya yang akan mengisi acara ini antara lain pameran karya dan foto, pembacaan puisi, pentas seni, parade dongeng, bermain (games), dan api unggun.
Informasi lebih lanjut bisa menghubungi:
- Umi Aam Siti Aminah (0812-8286-7581)
- Heri Maja Kelana (0821-3033-5286)
- Atep Kurnia (0813-9410-0681).
Subscribe to:
Posts (Atom)


