Showing posts with label Info Disdik Kota Bandung. Show all posts
Showing posts with label Info Disdik Kota Bandung. Show all posts

Thursday, January 23, 2020

Inilah Daftar Asesor Assessment Center Dinas Pendidikan Kota Bandung

Asesor Assessment Center Bandung

Assessment Center Dinas Pendidikan Kota Bandung telah melaksanakan seleksi dan pelatihan untuk asesor yang akan mendukung realisasi Peraturan Wali Kota Bandung Nomor 031 tahun 2019 tentang tata cara pengujian, pindah jalur pendidikan, dan pengakuan hasil belajar.

Berikut daftar lengkap 36 asesor assessment center :

Asesor Bidang Pindah Jalur Pendidikan Kesetaraan
1. Cucu Sukmana, M.Pd.
2. Asep Ramdani, S.S., M.Hum.
3. Agus Abdul Cholik, S.Ag.
4. Anita Yulia, S.Pd.
5. Paozan Zama'an, S.Pd.  M.Pd.
6. Opie Noviyantie, S.Pd.
7. Elia Setiana S.Kom. M.T.
8. Drs. Martono, M.Pd.
9. Rida Fitriyani, S.Pd.
10. Dra. Riyantini, M.Pd.
11. Irwanto, A.Md., S.Pd.I
12. Dede Gumilang, S.Pd., M.M.Pd.

Asesor Bidang Layanan Pendidikan Inklusi
1. Bagus Syahbayu Kartawinata, S.Pd.
2. Adinda Nur Desiani, M.Pd.
3. R. Fachmy Faisal, M.Pd.
4. Dr. Dante Rigmalia, M.Pd.
5. Ria Lestari, M.Pd.
6. Mariani Suryadi
7. Witri Drani, S.Pd.
8. Triska Fauziah Resmiati M.Pd.
9. Nurvani Septiani, S.Pd.
10. Agus Muhidin, M.Pd.
11. Drs. M.E. Abdurahman, M.Pd.
12. Kokom Komariah

Asesor Bidang Kesiapan Belajar Anak Usia Dini
1. Dr. Hj. Arfiani Yulianti, MM.
2. Ani Rindiani, M.Pd.
3. Pathah Pajar Mubarok, M.Pd.
4. Siti Mahriyani M, S.Pd.
5. Dr. Eko Sulistiono, M.Pd.
6. Neng Fika Rumpaka Dewi, S.Pd.
7. Deti Nudiati, M,Pd.
8. Lisnawati, M.Pd.
9. Usep Saepudin, M.Pd.
10. Mimin Mintarsih, S.Pd.
11. Febriyanti, M.Pd.
12. Jene Siti Dwijantie, M.Pd.

Pelatihan Asesor Assesment Center Pendidikan Kota Bandung

Pelatihan UPI Bandung

Kamis, 23 Januari 2020, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Departemen dan Laboratorium Pendidikan Masyarakat (Penmas UPI), bersama dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung menyelenggarakan acara “Pelatihan dan Penguatan Asesor pada Kegiatan Assesment Center” pada hari Kamis, 23-30 Januari 2020 di Gedung Fakultas Ilmu Pendidikan UPI.

Pertama digelar di Kampus UPI
Acara pelatihan ini merupakan yang pertama digelar di Kampus UPI hasil kolaborasi Departemen & Laboratoirum Penmas UPI  dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung. Acara dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Drs. Hikmat Ginanjar, M.Si., bersama Kepala Departemen Pendidikan Masyarakat FIP UPI Dr. Asep Saepudin, M.Pd. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Laboratorium Penmas FIP UPI, Dr. Jajat S. Ardiwinata, M.Pd, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas, Drs. H. Abdul Ghaos, M.Pd, Kepala Seksi Kemitraan & Kelembagaan PP PAUD Dikmas, Dra. Pupung Puspitawati, Bendahara Lab Penmas UPI, Dr. Nike Kamarubiani, M.Pd dan Sekretaris Laboratorium Penmas UPI, Dadang Yunus Lutfiansyach, M.Pd.

Adapun narasumber pelatihan ini adalah pertama Dr. Elih Sudiapermana, M.Pd yang menyampaikan materi tentang Orientasi dan Urgensi Assesment Center dan pemateri kedua, Dr Asep Saepudin, M.Pd menyampaikan tentang Prosedur & Etika Kerja Asesor Assesment Center keduanya merupakan dosen dari Departemen Pendidikan Masyarakat.

Materi ketiga yakni tentang Teknis Pengisian Instrumen Assesment Center oleh 3 orang instruktur yang terbagi menjadi 3 kelompok yakni ; 1) Dr. Yuyus Suherman, M.Si (Pendidikan Inklusi) dari Departemen Pendidikan Khusus, 2) Dr. Viena Rusmiati Hasanah, S.IP, M.Pd (Pendidikan Kesetaraan) dari Pendidikan Masyarakat, 3) Purnomo, M.Pd (Pendidikan Anak Usia Dini).

Peserta asesor yang berasal dari berbagai kalangan
Kegiatan ini diikuti oleh 36 peserta asesor yang berasal dari berbagai kalangan yakni unsur akademisi dan praktisi pendidikan anak usia dini, pendidikan kesetaraan dan pendidikan inklusi.
Menurut Hikmat, “tujuan dari kegiatan ini adalah melatih kompetensi assessor dalam melakukan tugas dan fungsinya di Assessment Center Pendidikan di Dinas Pendidikan Kota Bandung dengan berkolaborasi bersama Departemen dan Laboratorium Pendidikan Masyarakat UPI.

Lebih lanjut, Hikmat berharap kegiatan pelatihan ini menjadi kunci masuk untuk bisa terus berkolaborasi dalam menyukseskan program Dinas Pendidikan Kota Bandung, karena Dinas Pendidikan hanya melaksanakan hal-hal yang bersifat teknis, untuk itu dibutuhkan peran akademisi untuk terus memberikan masukan dan gagasan dari hasil kajian akademik.”tuturnya

Asep Saepudin selaku Kepala Departemen Pendidikan Masyarakat menyambut baik mengenai harapan dan keinginan dari Kadisdik Kota Bandung untuk bersinergi dan kolaborasi dengan UPI, khususnya Departemen Pendidikan Masyarakat dalam mensukseskan program-program pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat, salah satunya melalui Pelatihan Asesor Assesment Center Pendidikan” tuturnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Laboratorium Penmas UPI, Jajat S. Ardiwinata menyampaikan bahwa laboratorium siap untuk kolaborasi, sinergi dan fasilitasi dalam menyambut program kerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Bandung, khususnya Assesment Center Pendidikan, apalagi Laboratorium mengusung tahun ini adalah tahun kolaborasi dengan berbagai instansi baik Pemerintah maupun swasta.”tuturnya.

Seperti yang telah dipaparkan di atas, lahirnya program Assesment Center berangkat dari tuntutan dan kondisi masyarakat yang berkembang begitu pesat, apalagi era digital hari ini, selain itu permasalahan pendidikan mengenai Rerata Lama Sekolah (RLS) yang belum tercapai, masih adanya siswa yang putus sekolah (drop-out), masih adanya warga usia 7-18 dan 19 tahun ke atas yang memiliki latar belakang pengalaman pekerjaan, berorganisasi dan aktif dalam kegiatan kemasyarakatan namun tidak tamat sekolah/belum meiliki ijazah setingkat SD, SMP dan SMA, belum terlayaninya pendidikan untuk semua (education for all) yang berkeadilan bagi anak-anak berkebutuhan khusus sangat mendesak memerlukan strategi pemecahan yang tepat.

Pemecahan masalah 
Pemecahan masalah tersebut terkait dengan:
a) harus diketemukan sumber masalah yang menjadi penghambat penuntasan pendidikan dasar; karena penetapan masalah tanpa kejelasan sumber masalah memungkinkan juga keliru;
b) pendekatan pemecahan harus sesuai dengan kesiapan semua pihak, di mana kewenangan teknis operasional ditangani oleh setiap tingkatan birokrasi secara hierarkis, dan
c) pemecahan masalah yang tepat mendasarkan pada data dan informasi yang tepat dan akurat.

Salah satu upaya stategis adalah dengan percepatan penuntasan pendidikan dasar bagi warga masyarakat  secara berkeadilan dan efektif melalui  berbagai model penuntasan pendidikan dasar terutama pada jalur pendidikan formal dan non formal, sehingga semua pengalaman dan kompetesi yang dimiliki warga masyarakat dapat diakomodir sebagai suatu kemampuan (kompetensi) yang legalitas formalnya dapat dipertanggungjawabkan.

Seiring dengan berkembangnya pengakuan terhadap suatu kompetensi tertentu yang tidak dilakukan melalui pendidikan formal (sekolah), KKNI memberikan peluang kepada semua warga masyarakat untuk secara arif mengakui bahwa suatu kompetensi tidak saja dapat dicapai melalui pendidikan formal (sekolah) akan tetapi dapat pula dilakukan melalui pendidikan masyarakat (informal dan nonformal).

Sebagai upaya menilai terhadap pengakuan pengalaman belajar lampau dan kompetensi seseorang adalah melalui Assessment Center pendidikan sebagai metode sekaligus wadah yang bertugas melakukan pengukuran atas kemampuan dan atau hasil belajar seseorang.

Melalui assessment center pendidikan inilah semua kelompok masyarakat yang memenuhi persyaratan (akademik dan pengalaman kecakapan hidup) dapat meningkatkan kualifikasi dan mengikuti jenjang pendidikan pada tahap selanjutnya. Untuk itu, keberadaan asesor Assessment Center sebagai ujung tombak dari Assesment Center ini mutlak diperlukan keberadaanya sebagai salah satu upaya untuk menilai dan menetapkan kompetensi sasaran dari program Assesment Center ini.

Tugas dan fungsi assesor
Tujuan dari penyelenggaraan Trainning Assesor adalah melatih kompetensi assessor dalam melakukan tugas dan fungsinya di Assessment Center Pendidikan di Dinas Pendidikan Kota Bandung.  Adapun tugas dan fungsi Assesor adalah:

1. Mengakselerasi peningkatan Angka Rata-Rata Lama Sekolah sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2013 – 2018 yang menargetkan Angka Rata-Rata Lama Sekolah (ARLS) pada akhir tahun 2018 sebesar 12 tahun.
Meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), sebagai dampak dari meningkatnya Angka Rata-Rata Lama Sekolah (ARLS), sehingga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) termasuk pengembangan kemampuan ilmu dan teknologi untuk mewujudkan daya saing global serta penguatan daya perekonomian.

2. Memberikan arah yang jelas bagi para petugas di lapangan (penilik, pamong belajar, dan Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Nonformal dan Informal) dalam menindaklanjuti permasalahan warga masyarakat yang membutuhkan layanan penilaian untuk : kesetaraan pendidikan, perkembangan anak usia dini dan anak berkebutuhan khusus.

3. Tersedianya wadah/lembaga (Assessment Center) yang dapat melakukan proses penilaian terhadap pembelajaran yang telah ditempuh oleh warga masyarakat  dalam jalur pendidikan tertentu atau belajar mandiri dan dapat memberikan kecakapan hidup.

Monday, January 6, 2020

Disdik Kota Bandung Pastikan Peserta Didik Korban Kebakaran Nyengseret Tetap Masuk Sekolah

Sumbangan Disdik Kota Bandung

Kebakaran yang melanda di Jl Astanaanyar, Gg Pajagalan 5, RT 05 RW 03 Kelurahan Nyengseret Kecamatan Astanaanyar Minggu lalu (22/12/2019), membakar sebelas rumah yang menampung tiga puluh satu kepala keluarga. Musibah tersebut menyisakan 28 Peserta didik yang juga kehilangan perlengkapan sekolahnya.

Keluarga besar Dinas Pendidikan Kota Bandung berduka akan hal tersebut. Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar meminta jajarannya untuk memastikan bahwa para peserta didik korban kebakaran tersebut hari ini senin (6/1/2020) tetap dapat bersekolah.

Hal ini yang membawa Stakeholder Pendidikan dan MKKS beserta Tim Cepat Tanggap Bandung datang ke lokasi penampungan sementara pada hari Minggu (5/1/2020). Mereka hadir memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah Kepada para peserta didik jenjang SD dan SMP. Bantuan tersebut datang atas solidaritas kemanusiaan demi pendidikan anak. Bantuan diterima langsung oleh 20 Peserta Didik didampingi oleh orangtua mereka diwaktu yang berbeda.

untuk itu, Hikmat sangat berterimakasih kepada partisipasi publik, Kepala Sekolah, beserta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) yang telah peduli dan cepat tanggap terhadap kejadian ini. Terlebih lagi memberikan bantuan serta suporting kepada para peserta didik.

“Mudah-mudahan mereka bisa tetap melanjutkan proses belajarnya dengan tenang, dan bisa melakukan aktifitas seperti sediakala,” tutur Hikmat Ginanjar.

Ditemui di kantor Disdik Kota Bandung, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra menyebutkan bahwa pemberian bantuan kepada korban peserta didik yang terkena bencana kebakaran bukan berarti menyelesaikan persoalan, tetapi ini adalah sebuah upaya dan bentuk implementasi dari pendidikan karakter anak anak kita yang secara spontanitas wujud dari kepedulian sesama.

“Para peserta didik tetap optimis untuk melakukan kegiatan belajar di sekolah dan kami pastikan bahwa mereka mendapatkan pelayanan yang baik disekolah,” tutur Cucu Saputra.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Peserta Didik Sekolah Dasar Risman Al Isnaeni dan Kepala Seksi Kelembagaan dan Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama Dedi Kusnadi, berharap bantuan ini bermanfaat bagi para penerima. “Semoga peserta didik yang terdampak bencana tetap tabah dan ikhlas, juga semakin semangat untuk sukses meraih cita-cita” tuturnya

Monday, December 30, 2019

Inilah 4 Guru Kota Bandung Peraih Penghargaan Een Sukaesih Award 2019

Guru penerima Een Sukaesih Award 2019

Dinas Pendidikan Kota Bandung mengapresiasi dan mengundang para Guru peraih Penghargaan Een Sukaesih Award Tahun 2019 pada Senin, 30 Desember 2019. Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung Cucu Saputra didampingi oleh Para Pejabat Struktural di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bandung secara langsung memberi ucapan selamat kepada para peraih Penghargaan Een Sukaesih ini.

Para Guru inspiratif yang mendapat pengharagaan terdiri dari:
1. Yadi Kusmayadi, S.Pd. (Guru SD Terpadu Krida Nusantara) sebagai Pemenang Esa Kategori SD/MI/SDLB
2. Bambang Purwanto, S. Kom., Gr (Guru SMP Taruna Bakti) sebagai Nominator Esa 2019 Kategori SMP/MTs/SMPLB
3. Widi Suryatiningsih, S.Pd. (Guru SDN 046 Sindanglaya)
4. Sofiah, S.Pd.I (Guru SDN 247 Sukapura) sebagai Nominator Esa 2019 Kategori SD/MI/SDLB.

Een Sukaesih Award merupakan penghargaan Guru Inspiratif Jawa Barat yang dimulai sejak 2016 lalu. Hal ini sebagai salah satu bentuk komitmen Pemda Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui apresiasi yang diberikan kepada para guru yang ada di Jawa Barat.

Bekerja sama dengan inilahkoran, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan lomba guru inspiratif dengan bertujuan untuk menilai kegiatan guru, baik menjalankan tugas pokoknya mengajar di sekolah maupun diluar tugas pokoknya yang dapat menginspirasi dan berguna bagi orang banyak tanpa pamrih.

Sunday, December 1, 2019

Duta Pelajar Kang Pisman Kembali Beraksi di Car Free Day

Duta Pelajar Kang Pisman Bandung

Dalam rangka menumbuhkan kesadaran dan menggerakan kepedulian masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pagi ini Duta Pelajar Kang Pisman kembali beraksi di Car Free Day (CFD) Dago, Minggu (1/12/2019).

Turut hadir dan mengikuti, Kepala Seksi Kelembagaan dan Peserta Didik SD Risman Al Isnaeni beserta staf. Pagi ini, Duta Kang Pisman terdiri dari peserta didik SDN 021 Ciporeat dan SDS Andir Mukti yang secara antusias mengikuti aksi ini dengan semangat.

Para Duta Pelajar Kang Pisman menyisir area CFD dan secara bergiliran memungut dan memasukan sampah yang berserakan kedalam kantong sampah yang mereka bawa.

Setelah sampah terkumpul, Duta Kang Pisman yang di dampingi para penggiat program Kang Pisman memilah dan memisahkan sampah organik dan anorganik. Selain itu, para Duta Kang Pisman pun mengikuti serunya games yang diselenggarakan di Halaman SMAN 1, dan diberi minuman yang di dapat dari sponsor.