Showing posts with label Humas Pemprov Jabar. Show all posts
Showing posts with label Humas Pemprov Jabar. Show all posts

Tuesday, March 24, 2020

Ridwan Kamil Ungkap 4 Kluster Penyebaran Covid-19 di Jawa Barat

gubernur jawa barat ridwan kamil

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melaporkan, penularan COVID-19 yang sudah terdeteksi di Jabar sampai saat ini dikelompokkan dalam empat kluster penyebaran.

Kluster 1
Musyawarah Daerah (Musda) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jabar di Kabupaten Karawang. Dari kegiatan in di Karawang, 9 Maret (2020) lalui, lebih dari tujuh orang itu terpapar positif (COVID-19). Ia pun mengimbau semua yang hadir di acara Musda Hipmi agar segera lapor kepada Dinkes (Dinas Kesehatan) di kota/kabupaten masing-masing, segera hari ini (Selasa) atau Rabu besok pagi (25/30/2020) untuk dilakukan tes.

Kluster 2 dan 3
Dua seminar di Bogor.  Pihak Pemprov sudah memegang data warga yang hadir dalam dua seminar di Bogor. Ada dua acara di Bogor, Jawa Barat, yang digelar di akhir Februari 2020 itu. Pertama adalah acara seminar bisnis syariah yang digelar di Kecamatan Babakan Madang (Sentul), Kabupaten Bogor pada 25-28 Februari.  Kedua, adalah acara Persidangan Sinode Tahunan Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (PST GPIB) di Kota Bogor yang digelar 26-29 Februari 2020.

Kluster 4
Seminar keagamaan di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Kegiatan seminar keagamaan di Lembang. Menurut Ridwan Kamil, ada sekitar 2.000 peserta dalam seminar keagamaan di acara tersebut. Ia pun mengimbau kepada para peserta seminar GBI di Lembang agar segera melaporkan juga kepada Dinkes setempat untuk segera melakukan rapid test/

"Dua acara di Bogor, satu di lembang , dan satu di Karawang ini adalah temuan dari hasil tes mandiri yang kita lakukan sejak delapan hari yang lalu. Saya sendiri ikut acara yang Musda Hipmi itu, saya sudah tes bersama istri dan hasilnya negatif. Tapi, saya akan melakukan tes kedua untuk memastikan keamanan dari kami sendiri,” tambahnya.

Kang Emil juga memastikan kesiapan tes masif yang akan dimulai besok (Rabu, 25 Maret 2020). Tes masif di daerah dengan penyebaran COVID-19 paling besar itu tidak ditujukan bagi seluruh warga Jabar, melainkan hanya untuk tiga kategori.

Pertama, Kategori A yakni masyarakat dengan risiko tertular paling tinggi seperti Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang baru tiba dari luar negeri, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan keluarga, tetangga, dan temannya, serta petugas kesehatan di rumah sakit yang menangani COVID-19.

Kedua, Kategori B yaitu masyarakat dengan profesi yang interaksi sosialnya atau rawan tertular. Ketiga, Kategori C meliputi masyarakat luas yang memiliki gejala sakit yang diduga penyakit COVID-19. Dugaan tersebut harus merujuk keterangan dari fasilitas kesehatan, bukan self-diagnosis atau mendiagnosis diri sendiri.

“Kategori A ini mulai besok akan dites oleh ribuan test kit yang hitungan 15 menit akan keluar dalam bentuk tes di fasilitas kesehatan, di rumah sakit-rumah sakit yang sudah ditentukan. Jadi, prioritas untuk hari besok di Jawa Barat adalah melakukan rapid test secara masif kepada golongan Kategori A,” ucap Kang Emil.

“Kami berharap dengan hasil tes masif ini yang berdasarkan undangan, analisis, itu akan menghasilkan peta persebaran yang terukur di hari Jumat atau Sabtu, sehingga hasilnya kita bisa mengambil keputusan apakah bekerja dan bersekolah di rumah dilanjutkan menambah satu minggu atau bisa kembali lagi ke sekolah atau tempat bekerja dengan tetap menjaga jarak,” imbuhnya.

Bagi warga Jabar yang masuk dalam tiga kategori tersebut, bisa mendaftar melalui aplikasi PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar) atau daftar ke Dinkes kabupaten/kota secara manual. Namun, kedua pintu pendaftaran ini akan diregistrasi secara digital, sehingga hasil tes pun akan diinformasikan secara digital.

Kang Emil mengatakan, pihaknya menyediakan 20 ribu test kit untuk tes masif tersebut. Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar sudah menganggarkan Rp48 miliar untuk membeli berbagai alat kesehatan termasuk alat rapid test.

“Tantangan terbesar adalah untuk membeli alat pelindung diri (APD), masker, dan alat rapid test. Kita sudah belanjakan Rp48 miliar sampai hari ini. Kita akan siapkan dana sampai Rp500 miliar, dana itu sedang didiskusikan dengan DPRD (Jabar) untuk dicari sumber-sumbernya,” katanya.

“Arahan Presiden (Joko Widodo) adalah mengambil dari anggaran-anggaran yang tidak prioritas, di-mayoritas-kan di zona anggaran kesehatan sambil juga menyiapkan dana untuk social safety net terkait subsidi sembako dan subsidi keuangan bagi warga yang terpapar dari sisi kemungkinan menjadi rawan miskin,” tambahnya.

Sunday, March 22, 2020

Ini Jadwal, Lokasi, Prosedur, dan Teknis Pelaksanaan Rapid Test Covid-19 di Jawa Barat

rapid test corona di jawa barat

Rapid test merupakan metode pemeriksaan untuk melacak infeksi virus Covid-19 dengan mengambil sampel darah yang akurasinya mencapai 95 persen. Hasil rapid test dapat diketahui dalam waktu 10 menit.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya akan menggelar rapid test Covid-19 secara massal untuk warga Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang di area Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi.

Berikut ini jadwal dan prosedur rapid test Covid-19 di Jawa Barat

1. Mulai Selasa atau Rabu
Ridwan Kamil mengungkapkan bahwa warga Kota dan Kabupaten Bekasi dan Karawang rapid test akan dilaksanakan mulai Selasa (24 Maret 2020) atau paling telat Rabu (25 Maret 2020).

2. Jika ada warga yang positif Covid-19
Jika ada warga yang positif Covid-19 dari hasil rapid test, warga tersebut akan dites kembali dengan metode PCR dengan mengambil sampel lendir di hidung dan tenggorokan. Dan kalau betul-betul positif tim akan membawanya ke rumah sakit.

3. Teknis pelaksanaan rapid test
Teknis pelaksanaan rapid test sedang dibahas oleh Forkopimda Kota Bekasi dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, termasuk mendata warga. Pelaksanaan tes akan menggunakan konsep drive thru. Hal itu bertujuan untuk menghindari kerumunan saat pelaksanaan tes.

Gambarannya, minimal stadion ada tiga jalur masuk, jadi dia datang dites di sebuah tenda ambil sampel darahnya lalu masuk ke area tunggu tanpa harus turun dari kendaraan. Bagi yang tidak punya kendaraan, ketua RW dan Lurah wajib menyediakan kendaraan.

4. Tahap kriteria rapid test
Kriteria warga yang dites pada tahap satu adalah semua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP). Tahap satu ini tidak semua akan dites karena tidak mungkin. Jadi, ada kriterianya tidak dites semua. Tetapi, setelah tahap satu selesai, seiring dengan datangnya alat tes yang lebih banyak, masuk ke tahap dua yaitu masyarakat yang ingin dites. Kemudian, 50 orang terdekat yang sempat melakukan kontak fisik dengan PDP dan ODP akan dites, termasuk warga yang berkontak fisik dengan pasien positif Covid.

Kriteria kedua adalah petugas kesehatan. Dan kriteria ketiga adalah warga yang profesinya banyak berinteraksi dengan masyarakat seperti Lurah, Camat, Kiai, ulama.

5. Peralatan dan zona rapid test
Peralatan untuk rapid test akan segera datang di Kota Bandung pada awal pekan ini. Selain itu,  pelaksanaan pemeriksaan tes massal Covid-19 di Jabar terbagi dalam tiga zona menyesuaikan dengan banyak jumlah warga yang terpapar.

Di Jabar ada 3 zona untuk pemeriksaan massal
- Stadion Patriot (Chandrabhaga) untuk warga Kota, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang.
- Stadion Pakansari untuk warga Kota Kabupaten Bogor dan Kota Depok.
- Stadion Jalak Harupat untuk daerah lainnya, karena statistiknya mengecil.

Pada Minggu (22/3/20) siang, tercatat 55 warga Jabar positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, kebanyakan warga Jabar positif Covid-19 berada di wilayah Bogor, Depok dan Bekasi.  Hal itu mengindikasikan mayoritas penyebaran penularan adalah daerah-daerah yang berdekatan dengan DKI Jakarta sebagai episentrum dari penularan Covid-19.

Saturday, March 14, 2020

Cegah Covid-19, Jabar Memasyarakatkan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun

gerakan tangan pakai sabun jabar

Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi upaya TP PKK Provinsi Jawa Barat dalam Memasyarakatkan gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), terutama sebagai pencegahan penularan COVID-19 atau virus Corona.

“Kelihatannya (CTPS) hal kecil dan sederhana, tetapi masyarakat kita membutuhkan hal-hal sederhana untuk dipahami," ucap Tito saat menghadiri peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-48 Tahun 2020 di Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe, Kab. Karawang, Sabtu (14/3/20).

"Gerakan-gerakan seperti ini kita harap bergulir di semua wilayah di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Adapun, Tito berujar bahwa peringatan HKG PKK tahun ini diselenggarakan secara sederhana sebagai tindakan antisipasi pemerintah terhadap COVID-19 dengan menghindari kerumunan masyarakat yang terlalu besar di ruang tertutup.

“Ini adalah respons kita untuk mendukung strategi dalam menghadapi isu Corona (yakni) menghindari kerumunan masyarakat yang terlalu besar dan (dilaksanakan) di tempat terbuka,” kata Tito.

Sementara itu, Ketua Umum TP PKK Pusat Tri Suswati Tito Karnavian mengatakan, kader PKK merupakan garda terdepan perpanjangan tangan yang menjangkau jantung masyarakat, sehingga gerakan cuci tangan ini dapat disosialisasikan secara langsung guna mendukung pencegahan penularan COVID-19.

“Salah satu peran kader-kader PKK pada hari ini kita lihat, mereka bisa langsung menyebarkan ke jantungnya masyarakat, yaitu keluarga,” kata Tri Suswati.

“Mereka juga bisa menyosialisasikan secara langsung, berkomunikasi bagaimana, apa itu virus Corona, bagaimana pencegahan dan bagaimana bila terjadi ada penderitanya, sehingga kegiatan-kegiatan ini salah satunya mendukung sekali dalam (kasus) virus Corona ini,” lanjutnya.

Menurut Ketua TP PKK Provinsi Jabar Atalia Ridwan Kamil, pihaknya pun sudah menggebyarkan gerakan cuci tangan ini ke seluruh lapisan masyarakat, mulai dari masyarakat dewasa, remaja, siswa-siswi SMA/SMK, hingga anak-anak PAUD.

Atalia juga menyesuaikan cara sosialisasi gerakan cuci tangan ini dengan target sasarannya. Seperti pada remaja SMA/SMK, Atalia menerapkan sosialisasi cuci tangan melalui aplikasi TikTok sehingga pesan sosialisasi lebih mudah diterima remaja.

“Kita ada gerakan cuci tangan, tapi kalau untuk anak remaja di sekolahan saya ajak pakai TikTok cuci tangan yang lagi hits di kalangan mereka,” ujar Atalia.